Bolehkah anak 8 bulan diberi susu formula campuran dari 2 merk yang berbeda? Beberapa teman menyarankan untuk menggunakan susu formula yang tanpa sukrosa (gula tambahan) karena dapat menimbulkan kegemukan dan rusaknya gigi. Adakah rekomendasi berapa gram atau sajian sukrosa yang masih dalam batas toleransi? Terimakasih
M Najib H (Laki-laki menikah, 30 tahun)
kannaz_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 65 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya tidak merekomendasikan mencampur 2 jenis susu formula dalam 1 botol. Alasannya karena tiap susu punya karakteristik yang berbeda. Berganti-ganti susu formula bisa menyebabkan stomach discomfort untuk anak, bahkan diare atau konstipasi. Kalau menggabungkan 2 susu formula dan tiba-tiba si anak sakit kita jadi tidak tahu mana penyebabnya, jadi dua-duanya harus di-stop dan harus ganti susu lagi yang lain (susu ketiga). Saya rasa ini akan membuat stress berlebih untuk orang tua pada saat anak sakit dan tidak punya susu.
Mengenai sukrosa, memang seharusnya tidak memberikan susu dengan gula tambahan (sukrosa dan/maltodextrin) jika Anda menggunakan susu formula normal untuk anak normal dan sehat. Berikut paparan karbohidrat yang seharusnya ada di dalam susu formula:
Total karbohidrat: 9-13 gram/100 kcal
Glukosa: tidak direkomendasikan. Tidak mempunyai biological advantage
Laktosa: aman dalam susu (jenis gula dalam susu ibu juga laktosa). Maksimal 13g/100 kcal. Tidak ada batas minimum karena ada susu rendah laktosa atau tidak berlaktosa
Sukrosa: tidak direkomendasikan.
*Untuk beberapa jenis susu (hydrolysed protein formula, untuk anak yang mempunyai kelainan ginjal) boleh ditambahkan untuk memperbaiki rasa susu, max 13g/100 kcal.
Semua kandungan ini diukur per 100 kcal, bukan per 100 mL karena kekentalan susu dapat sedikit berbeda tiap dibuat.
Jika anak sudah berusia 12 bulan, boleh mulai menggunakan susu sapi full cream (putih). Ini adalah pilihan yang lebih terjangkau dan tidak mungkin ditambah gula. Susu rendah lemak (low-fat) boleh diberikan setelah anak berusia 2 tahun dan susu tanpa lemak (low-fat) setelah 5 tahun.
Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.
(hrn/vit)











































