Apakah Berhenti Merokok dan Olahraga Bisa Mempengaruhi Jantung?

Apakah Berhenti Merokok dan Olahraga Bisa Mempengaruhi Jantung?

detikHealth
Selasa, 07 Mei 2013 11:48 WIB
Ditulis oleh:
Apakah Berhenti Merokok dan Olahraga Bisa Mempengaruhi Jantung?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Dokter, saya saat ini sedang program berhenti merokok. Sudah jalan hingga memasuki hari ke-48. Empat hari terakhir ini saya selalu mengalami jantung berdebar, dimana selalu terjadi ketika saya tidur malam. Hari Jumat, dari jam 23.00-24.00, jantung saya berdebar terus. Saya putuskan untuk ke UGD. Herannya, dalam perjalanan ke UGD, kondisi saya malah baik-baik saja, jantung kembali ke kondisi normal. Saya batalkan niat ke UGD dan kembali ke rumah untuk melanjutkan tidur.

Namun setelah 30 menit saya tidur, jantung kembali berdebar. Saya mencoba untuk menenangkan diri. Memang selama 1 minggu terakhir ini saya rutin berolahraga, sebelumnya saya hampir tidak pernah berolahraga. Saya mampu lari hingga 2-3 KM setiap harinya. Pada saat kejadian tersebut, saya juga berolahraga (lari) dan akvifitas terakhir adalah bermain game (PS3).

Saya sudah cek ke dokter dan melakukan serangkaian tes: EKG dan darah (kolesterol dan jantung). Hasilnya baik-baik saja. Saya pun diberi sejumlah obat. Saat ini, saya masih (sedikit) merasakan jantung berdebar. Namun frekuensinya tidak lama, hanya beberapa menit saja. Nah, apakah jantung berdebar itu ada kaitannya dengan berhenti merokok atau melakukan olahraga? Terimakasih sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dion Azani (Laki-laki menikah, 31 tahun)
dion_XXXX@yahoo.com
Tinggi badan 170 cm, Berat badan 88 kg

Jawaban

Dear Bapak Dion,

Sebelumnya, dokter ada menjelaskan mengenai penyebab dari gejala jantung berdebar-debar? Mengenai jantung berdebar-debar, ada banyak penyebabnya. Misalnya: pengaruh kopi, obat-obatan, penyakit dari jantung itu sendiri, jantung koroner, katup jantung dan sebagainya, bisa juga karena gangguan psikologis seperti: takut, kecemasan, panik.

Mengenai jantung berdebar-debar, harus dilakukan pemeriksaan yang lengkap. Berdasarkan kondisi anda saat ini,kami sarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung HOLTER MONITORING. EKG tidak dapat mendiagnosa gejala-gejala seperti: nyeri dada, sesak napas, sesak dada dan jantung berdebar-debar dengan terperinci dan detail.

Pada masa istirahat, orang dewasa memiliki detak jantung 60-100 kali/menit. Jika lebih dari 100 kali/menit dan kurang dari 60/menit, detak jantung Anda tidak normal. Jika detak jantung tidak normal, maka diduga sebagai penyakit aritmia jantung (gangguan pada irama jantung).

Holter monitoring ialah: pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa detak jantung Anda selama 24 jam, memeriksa dan memperlihatkan apakah detak jantung berdetak dengan sangat cepat, lambat, tidak teratur dan tidak beraturan.

Mengenai jantung berdebar-debar banyak penyebabnya, untuk mengetahui penyebab pasti dari jantung Anda berbebar-debar harus dilakukan pemeriksaan yang lengkap. Dengan melakukan pemeriksaan yang lengkap, maka Prof. dr. Spesialis Jantung Yodak Hospital dapat mendiagnosis dan menganalisis penyakit Anda yang sebenarnya.

Jika Anda sudah melakukan pemeriksaan yang lengkap, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan saya gratis, tidak dipungut bayaran sepeser pun dengan membawa hasil pemeriksaan (medical checkup Anda).

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(hrn/vit)

Berita Terkait