Dok saya gampang mengalami kram saat berenang terutama pada gaya bebas. Padahal pemanasan saya sudah cukup dan di tulang punggung saya, jika digerakkan selalu berbunyi dan sudah berlangsung lama. Apakah ini gejala rematik? Padahal usia saya masih muda, bisakah saya terkena rematik atau asam urat? Karena gejala-gejala yang saya rasakan menuju ke arah rematik dan asam urat. Terimakasih Dok, tolong bantuannya.
Azia (Wanita lajang, 19 tahun)
shefiXXXX@yahoo.co.id.
Tinggi badan 160 cm, berat badan 46 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa kemungkinan berdasarkan keluhan di atas:
1. Spasmofilia (kram/kaku otot)
2. Nyeri sendi
Spasmofilia ini memiliki potret klinis: kram hingga kaku di otot, lesu, lelah, letih, lemah, kesemutan.
Spasmofilia dapat disebabkan oleh multifaktor, beberapa di antaranya:
1. Kekurangan kalsium
2. Kekurangan vitamin D
3. Diare (mencret)
4. Kekurangan hormon paratiroid
5. Kekurangan protein albumin akibat penyakit hati menahun
6. Gagal ginjal menahun
7. Radang pankreas
8. Kekurangan gizi/kalori-protein (malnutrisi)
9. Sepsis (infeksi)
Untuk lebih memastikan diagnosis spasmofilia, maka dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium (kadar kalsium dan magnesium) serta EMG (elektromiografi).
Solusi spasmofilia adalah dengan diet tinggi kalsium (susu, telur, ikan) relaksasi, fisioterapi, psikoterapi, dan medikamentosa (obat) sesuai indikasi/rekomendasi dokter.
Nah, kalau Mbak Azia mengeluhkan seperti di bawah ini:
1. Kaku di pagi hari, selama lebih dari 30 menit.
2. Nyeri sendi terutama dirasakan di malam hari.
3. Nyeri berkurang dengan aktivitas.
4. Nyeri tidak berkurang dengan istirahat.
5. Disertai gejala sistemik/konstitusional.
Maka diagnosisnya cenderung mengarah ke nyeri sendi.
Nah, bagaimana dengan kemungkinan asam urat? Mari kita ikuti penjelasan berikut ini.
Asam Urat
Kadar asam urat meningkat di dalam darah disebut hiperurisemia. Bila diperiksa di laboratorium, untuk wanita, dipakai pedoman lebih dari 6 mg% baru dikatakan hiperurisemia. Meningkatnya asam urat ini berpotensi muncul berbagai penyakit, misalnya: arthritis gout (radang sendi), nefropati gout (gangguan ginjal), dan batu ginjal. Yang tersering adalah arthritis gout.
Arthritis gout ini disebut juga penyakit pirai akut atau gout akut.
Penegakan diagnosis arthritis gout ini menggunakan kriteria dari ACR (American College of Rheumatology), seperti: ditemukannya kristal urat di cairan sendi, atau adanya tofus yang berisi kristal urat. Tofus adalah benjolan-benjolan (di sendi-sendi kaki, siku, tangan, di belakang telinga, di kelopak mata) yang terkadang keluar zat seperti kapur.
Untuk praktisnya, seseorang dikatakan menderita asam urat itu bila ada 6 dari 12 potret klinis berikut ini:
1. Hanya menyerang satu sendi
2. Sendi yang terserang berwarna merah
3. Sendi yang terserang asimetris
4. Sendi yang terserang: sendi pangkal jempol jari kaki
5. Sendi yang terserang: sendi pangkal-pangkal jari kaki
6. Serangan bersifat akut (cepat, hebat, sesaat) namun bisa juga kambuh-kambuhan
7. Serangan nyeri sendi paling hebat dirasakan di hari pertama serangan
8. Kadar asam urat di dalam darah melebihi normal
9. Dijumpai tofus di sekitar sendi
10. Dijumpai kristal natrium urat di dalam tofus
11. Dengan pemeriksaan rontgen ada gambaran lesi khas karena natrium urat
12. Tidak ada kuman di dalam cairan sendi
Artritis gout ini ada tiga stadium, yaitu:
1. Stadium artritis gout akut
2. Stadium interkritikal
3. Stadium artritis gout kronis
Kami jelaskan satu stadium saja secara singkat, yaitu: stadium artritis gout akut. Pada stadium ini, serangan pertama (biasanya) dirasakan penderita pria berusia 40-60 tahun. Pada wanita dirasakan (umumnya) setelah berusia 60 tahun.
Mbak Azia hendaklah tidak perlu khawatir sebab berusia 19 tahun. Belum ada indikasi mengarah ke stadium artritis gout akut. Kecuali kalau mbak Azia hobi memakan sate, daging panggang, daing kaleng (kandungan purinnya tinggi) maka berisiko tinggi terkena asam urat.
Asam urat umumnya menyerang satu (atau beberapa) sendi, sedangkan kalau penyakit rematik menyerang banyak sendi.
Menurut opini kami, kecil kemungkinan Mbak Azia terkena rematik.
Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.
Salam sehat!
Dokter Dito Anurogo
Dokter online, konsultan Detik.com, penulis buku, pemerhati hematopsikiatri, neuroscience, farmakogenetik-farmakogenomik.
(hrn/)










































