Amankah Menggunakan Obat Perangsang Peninggi Badan?

Amankah Menggunakan Obat Perangsang Peninggi Badan?

detikHealth
Selasa, 14 Mei 2013 12:17 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Amankah Menggunakan Obat Perangsang Peninggi Badan?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya pemuda umur 20 tahun, saya merasa kurang percaya diri dengan tinggi badan saya. Yang ingin saya tanyakan, apakah aman jika meminum obat perangsang pertumbuhan yang dijual di pasaran? Apa ada cara lain untuk menambah tinggi badan saya? Terimakasih.

Harry (Pria lajang, 20 tahun)
comeng_XXXX@yahoo.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 55 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Harry,

Saya pribadi tidak percaya dengan obat perangsang seperti itu karena apa isinya kita tidak tahu, apakah sudah dilakukan uji klinis sebelum dilepas di pasaran juga kita tidak tahu. Nanti kalau terlalu gampang minum obat, apalagi obat perangsang (apapun), bisa-bisa membuat ginjal dan hati rusak karena berusaha mengeluarkan obat tersebut karena dianggap racun. Belum lagi kalau terkandung hormon-hormon yang bisa membuat efek-efek tidak diinginkan, misalnya jadi tumbuh rambut di semua bagian tubuh, jadi gampang berkeringat dan sebagainya.

Di umur 20 masih bisa tambah tinggi berat badan jika distimulasi pertumbuhannya dengan berolahraga yang memakai tulang kaki dan punggung seperti basketball, badminton, tennis, renang. Dari sisi nutrisi dapat dilengkapi dengan supply:
- Kalsium untuk pertumbuhan tulang. Terdapat dalam produk susu (susu, yoghurt, keju), biji-bijian (wijen), kacang-kacangan (almond, hazelnut, walnut) dan sayuran berwarna hijau tua (bayam, kangkung, brokoli, caisim dll) dan ikan bertulang yang tulangnya ikut dimakan (teri, sarden)
- Protein untuk pembuatan otot seiring pertumbuhan tulang. Terdapat dalam: daging, ayam, ikan, produk susu, kacang-kacangan, produk kacang (tempe, tahu)

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/vit)

Berita Terkait