Apakah Suplemen Penambah Massa Otot Berpengaruh Bagi Kesehatan?

Apakah Suplemen Penambah Massa Otot Berpengaruh Bagi Kesehatan?

detikHealth
Jumat, 17 Mei 2013 12:18 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Apakah Suplemen Penambah Massa Otot Berpengaruh Bagi Kesehatan?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya Hasan, berat badan saya di bawah normal padahal sudah sebulan ini saya ikut gym, cuma berat badan cuman nambah 2 kg, ada orang yang kasih saya saran untuk memakai suplemen untuk menambah massa otot. Yang ingin saya tanyakan disini, apakah baik untuk kesehatan apabila kita memakai suplemen? Apakah tidak ada efek sampingnya?

Hasan (Pria lajang, 21 tahun)
villadXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 172 cm, berat badan 54 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Hasan,

Tambah 2 kg/bulan juga sudah baik ya karena kalau terlalu cepat artinya itu bertambah lemak atau cairan, sedangkan kalau perlahan tapi pasti (dengan berolahraga) itu jadi otot.

Penggunaan suplemen protein shake yang biasanya di'jual' oleh orang-orang di gym sebenarnya tidak perlu bagi orang yang bukan atlit. Kebutuhan protein biasanya sudah terpenuhi oleh diet. Pastikan bahwa kamu memasukkan sumber protein di setiap kali makan, itu sudah cukup.

Sumber protein: daging tanpa lemak, ayam tanpa lemak/kulit, ikan, produk susu rendah lemak (low or non-fat), telur dan kacang-kacangan.
Contoh: tiap makan besar masukkan daging, ayam, ikan atau telur. Untuk snack bisa gunakan yoghurt, keju atau kacang-kacangan atau susu UHT kotak.

Mengenai efek samping protein shake:
- Kantong kempes karena mahal (dan tidak perlu kalau bukan atlit)
- Melelahkan bagi ginjal untuk memompa keluar kelebihan protein dari tubuh (dapat memperburuk kondisi ginjal jika ada sakit ginjal)

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads