Kiara (Pria lajang, 23 tahun)
scarlet.XXXX@gmail.com
Tinggi badan 180 cm, berat badan 60 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelasnya, mengapa masalah KEPERJAKAAN tidak diangkat ke permukaan oleh budaya lokal? Fokus ketidakperawanan pada 'Premarital Intercourse' yang pada pemeriksaan fisik: selaput daranya (hymen) telah koyak. Tapi, koyaknya selaput dara bisa pula karena terjatuh, trauma pada dasar panggul (pada penunggang kuda). Sebaliknya, pada selaput dara yang elastis, tidak akan koyak ketika hubungan intim, hingga pada malam pengantin tidak ada bercak darah dari vagina.
Hal ini tidak jarang dijadikan beban tuduhan oleh sang suami bahwa istrinya sudah tidak perawan, karena bercak darah penanda keperawanan tidak terjadi. Sungguh tidak ada kesetaraan gender bila kita tetap menggunakan 'Budaya- Lokal' sebagai persepsi dasar, yang sama sekali tidak mempermasalahkan atau sengaja 'menutup mata' terhadap 'ketidakperjakaan'.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(hrn/up)











































