Ibu dengan 2 Anak yang Berjuang Menurunkan Berat Badan

Ibu dengan 2 Anak yang Berjuang Menurunkan Berat Badan

detikHealth
Jumat, 07 Jun 2013 13:23 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Ibu dengan 2 Anak yang Berjuang Menurunkan Berat Badan
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya ibu dengan 2 anak, dan baru saja melahirkan anak yang ke-2. Berat badan saya naik 15 kg. Saya pernah baca kalau dokter pernah menyarankan untuk menurunkan berat badan dengan mengonsumsi optifast.

Yang mau saya tanyakan adalah di mana saya bisa mendapatkan optifast tersebut? Saya sudah mencoba mencari di berbagai apotik tapi tidak ada yang menjual. Terimakasih.

Uswa Hasanah (perempuan menikah, 38 tahun)
uswaXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 62 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Halo Uswa,

Ya betul saya pernah menyebut merk produk Optifast yang sepertinya belum masuk ke Indonesia. Setahu saya cuma diproduksi di America, Canada dan Australia. Mungkin jika kondisi finansial memungkinkan dapat mencoba produk seperti produk-produk susu pelangsing yang banyak dijual di pasaran karena mirip (hanya saja Optifast sudah diuji klinis sebagai terapi diet untuk pasien obese yang mau melakukan gastric banding surgery).

Peringatan saya terhadap produk susu pelangsing:
- Harus di bawah pengawasan dokter. Produk seperti Optifast awalnya dikembangkan bertujuan untuk penurunan berat badan drastis untuk gastric banding di pasien yang obese dengan BMI>35. Gunanya untuk mengecilkan hati dan meminimalisasi komplikasi surgery.

Sepengetahuan saya ada produk susu fermentasi yang mengeluarkan meal replacement dalam rupa yoghurt cair. Ini juga bisa digunakan 1x/hari.

Bagi pasien yang sebenarnya tidak morbidly obese, penggunaan produk ini sebaiknya hanya 1 meal replacement/hari, sisanya makan normal. Dengan mengganti semua makanan Anda dengan meal replacement tersebut akan meningkatkan resiko ketosis (peningkatan kadar asam darah) yang berbahaya karena bisa berefek racun untuk otak jika digunakan dalam jangka waktu lama (lebih dari 2 minggu).

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads