Sering Nyeri di Sambungan Pen Setelah Operasi, Amankah Kondisi Ini?

Sering Nyeri di Sambungan Pen Setelah Operasi, Amankah Kondisi Ini?

detikHealth
Rabu, 19 Jun 2013 17:17 WIB
Ditulis oleh:
Sering Nyeri di Sambungan Pen Setelah Operasi, Amankah Kondisi Ini?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saya patah tibia dan fibula kaki kiri pada Mei 2011 lalu. Dokter memasangkan pen di Tibia dengan 8 screw. Fibula patah dan mengalami misalignment, tetapi tidak dioperasi. Hasil x-ray terakhir (April) Tibia sudah tersambung sempurna sedang Fibula tersambung meski tidak lurus.

Saya disarankan operasi cabut pen dalam 6 bulan ke depan. Yang saya rasakan adalah nyeri di batas pen, dan di mata kaki yang terhubung dengan fibula. Saya belum bisa berlari atau loncat meski dari ketinggian rendah. Pernah tersandung pula dan merasakan nyeri di sambungan. Kalau nyeri karena capek biasanya saya putar ayun kaki kiri sampai ada bunyi 'tek' di batas atas pen. Baru setelah itu reda nyerinya. Saya orang lapangan dan biasa naik turun tangga.

Dokter, amankah kondisi saya? Saya dalam bergerak sekarang sangat hati-hati biar tidak trauma. Bagaimana dengan setelah operasi? Apakah saya nantinya bisa beraktivitas berat? Dan Kapankah itu? Apabila katakan jatuh lagi, sangat beresiko patah lagi tidak? Trims.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Best Regards,
Zakki

Ahmad Zakki (Pria lajang, 29 tahun)
ahmadzakki_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 59 kg

Jawaban

Mas Zakki,

Pemasangan pen pada kedua tulang tungkai bawah yang patah (tibia dan fibula), tidak harus dilakukan. Pemasangan pen pada fibula dilakukan dengan mempertimbangkan: lokasi (dekat sendi pergelangan kaki atau di daerah pertengahan/atas) dan tipe patah tulangnya (sederhana atau kompleks).

Hasil penyambungan fibula setelah memperhatikan pertimbangan-pertimbangan tersebut tidak akan mempengaruhi fungsi kaki secara keseluruhan. Nyeri di batas pen, bisa disebabkan oleh tepi pen yang memberikan stress pada tulang.

Penyembuhan patah tulang tergantung dari beberapa hal, yaitu: derajat keparahan patah tulang, lama kejadian patah tulang dengan penanganannya, dan kestabilan alat fiksasi yang digunakan. Selain hal-hal tersebut, agar patah tulang dapat segera pulih dan dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, diperlukan kecukupan akan gizi dan program rehabilitasi/ fisioterapi yang bertahap.

Secara umum, pengangkatan pen dapat dilakukan setelah 2 tahun. Setelah itu, dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Tulang yang telah tersambung dengan sempurna tidak akan menjadikannya mudah patah dikemudian hari.

Patahnya tulang tergantung dari besarnya energi yang mengenai tulang dan kualitas tulang tersebut. Untuk ini kami sarankan Anda untuk melakukan kontrol ke dokter spesialis orthopaedi & traumatologi di Rumah Sakit terdekat untuk dilakukan evaluasi dan pemberian saran terapi lebih lanjut.

Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi

Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Sub Spesialis Sports Medicine & Arthroscopy
Dosen Tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya.
Anggota dari: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI), Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy (IOSSMA)
Praktik: Klinik Spesialis Bethany Care, Jl. Nginden Intan Timur I/ 29, Surabaya, Telp 031-5912727 (hunting)
Follow twitter @SbyKneeCenter

(hrn/vta)

Berita Terkait