Kaki Sering Memar Padahal Tidak Terbentur

Kaki Sering Memar Padahal Tidak Terbentur

detikHealth
Kamis, 20 Jun 2013 15:13 WIB
Ditulis oleh:
Kaki Sering Memar Padahal Tidak Terbentur
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kaki saya sering memar padahal tidak terbentur. Pertama kali terjadi ketika ospek di kampus, waktu itu saya kira karena gigitan serangga sehingga timbul banyak memar di kaki saya, tapi sampai ospek selesai kaki saya belum sembuh juga. Lalu saya membawa ke dokter tulang karena terkadang kaki saya terasa nyeri sampai tidak bisa berjalan. Dari dokter diberi asam mefenamat, jika masih mengonsumsi obat tersebut nyerinya agak berkurang, tapi jika obatnya habis nyeri itu timbul lagi.

Saya mau bertanya apa yang sebaiknya saya lakukan dan harus konsultasi ke dokter apa? Karena dokter tulang yang saya kunjungi mengatakan kalau ini kasus baru buat dia. Diagnosa dari beliau cuma karena kecapaian sehingga pembuluh darah saya pecah dan menimbulkan memar. Terimakasih atau jawaban dan perhatiannya.

Intan Jati Manggalasari (Wanita lajang, 19 tahun)
intanXXXX@ymail.com Tinggi badan 163 cm, berat badan 45 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Mbak Intan,

Prinsip pemberian terapi oleh dokter, adalah: mengatasi penyebab (kausatif) dan mengatasi keluhan saat ini (simtomatis).

Asam mefenamat adalah obat anti inflamasi (peradangan). Tanda –tanda radang adalah: bengkak, nyeri, kulit berwarna kemerahan, kulit teraba hangat, dan adanya gangguan fungsi. Proses peradangan adalah respons normal tubuh, sebagai langkah pertahanan terhadap kondisi lingkungan yang tidak normal. Bila setelah pemberian asam mefenamat keluhan tidak membaik, berarti terapi tersebut belum mengatasi penyebabnya.

Terjadinya memar tanpa ada penyebab benturan, dugaannya adalah adanya problem di: pembuluh darah, sel-sel darah atau faktor pembekuan darah. Untuk mengetahui penyebab (menegakkan diagnosis) dan sekaligus memberi terapi terhadap penyebab tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, meliputi: memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendetail perihal keluhan Anda ini (anamnesis), melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan fisik dikerjakan oleh dokter dengan cara: melihat (inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi), maupun mendengar (auskultasi). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memperjelas penyebab keluhan sekaligus menyingkirkan dugaan-dugaan penyebab keluhan yang lain. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan laboratorium darah lengkap, kecepatan pendarahan dan pembekuan darah, dsb

Kami sarankan Anda berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam, sub spesialis hemato-onkologi medik di rumah sakit terdekat.

Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi

Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Sub Spesialis Sports Medicine & Arthroscopy Dosen Tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya. Anggota dari: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI), Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy (IOSSMA) Praktik: Klinik Spesialis Bethany Care, Jl Nginden Intan Timur I/ 29, Surabaya, Telp 031-5912727 (hunting)
Follow twitter @SbyKneeCenter

(hrn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads