Nasi dan Sayuran Bagaikan Monster Bagi Anak 12 Tahun Ini

Nasi dan Sayuran Bagaikan Monster Bagi Anak 12 Tahun Ini

detikHealth
Selasa, 02 Jul 2013 13:46 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Nasi dan Sayuran Bagaikan Monster Bagi Anak 12 Tahun Ini
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saya punya anak berumur 12 tahun. Dia tidak mau makan nasi dan sayur-sayuran. Kalau melihat nasi dan sayur-sayuran seperti melihat monster katanya. Pernah disuruh makan nasi ia harus berjuang mengalahkan rasa mau muntah. Bagaimana caranya supaya anak saya itu bisa makan nasi dan sayur-sayuran? Bagaimana terhadap dampak kesehatannya? Bagaimana cara menenuhi asupan gizinya? Terimakasih.

Jaka Hartaya (Laki-laki menikah, 43 tahun)
jakaXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 172 cm, berat badan 68 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Pak Jaka,

Mungkin anak Anda ada masalah traumatik dengan nasi dan sayur. Misalnya sewaktu masih kecil, masih belajar makan ada yang memaksakan dia untuk terus makan nasi dan/atau sayur walaupun dia sudah menolak, sudah kenyang atau memang tidak mau. Atau bisa juga pernah tersedak saat makan sehingga jadi takut lalu menimbulkan efek psikologis yaitu rasa mual dan mau muntah.

Menghadapi masalah seperti ini harus bersabar dan tidak bisa memaksakan karena nanti semakin trauma anak terhadap makanan. Beberapa cara yang dapat saya sarankan:
- ubah tekstur nasi, misal jadi lebih lembek atau sebagai bubur sekalian.
Sebenarnya tidak makan nasi juga tidak apa asal ada sumber karbohidrat lain seperti roti, mie, bihun ataupun kentang.
- selipkan sayur sebagai bahan pembuat makanan, tidak disajikan utuh. Misalnya membuat kroket atau chicken nugget di rumah lalu diselipkan cincangan brokoli, wortel, bayam. Bisa juga membuat masakan panggang seperti macaronni schotel/lasagna lalu diselipkan wortel parut, kentang parut, brokoli blender agar menyatu dengan sausnya jadi pasti termakan. Ide lain adalah membuat sup sayuran seperti mushroom soup, pumpkin soup, minestrone soup.

Untuk sementara waktu sampai konsumsi sayur bisa terbina, saya sarankan minum multivitamin. Jika ada kesulitan BAB bisa ditambah serat bubuk 1-2x/minggu.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/vit)

Berita Terkait