'Buah Zakar Saya Pecah karena Sering Masturbasi, Apa Solusinya?'

'Buah Zakar Saya Pecah karena Sering Masturbasi, Apa Solusinya?'

detikHealth
Minggu, 14 Jul 2013 15:02 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Buah Zakar Saya Pecah karena Sering Masturbasi, Apa Solusinya?
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Dok, apa yang membuat buah zakar bisa pecah? Buah zakar saya pecah sebelah (dulu saya sering onani). Tapi baru ketahuan pecah kira-kira setengah tahun yang lalu.

Yang ingin saya tanyakan adalah apa zakar yang pecah bisa normal kembali? Dengan cara bagaimana? Dan apakah akan mempengaruhi kesuburan atau tidak? Mengingat 2 bulan lagi saya akan menikah. Satu lagi, apakah benar laki-laki yang pakai CD ketat bisa membuat sperma tidak subur alias mandul? Mohon jawabannya Dok, Terimakasih.

Iwang (Pria lajang, 30 tahun), iw_4XXX@yahoo.com
Tinggi badan 169 cm dan berat badan 60 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Masih belum jelas apa yang Anda maksud dengan 'buah zakar pecah'. Dalam perspektif kedokteran yang bisa terjadi adalah buah zakar yang meradang (orchitis), buah zakar yang membesar (hypertrofi testis) karena tumor atau akibat hernia scrotalis, buah zakar yang mengecil (atrofi testis atau micro testis). Buah zakar yang pecah, dalam pengertian terkoyak, terjadi akibat luka tusuk atau trauma tumpul akibat kecelakaan.

Kesuburan pria bergantung pada jumlah, bentuk dan motilitas (pergerakan) sel spermatozoa. Kendatipun terjadi anomali bentuk buah zakar Anda, bila jumlah, bentuk, motilitas spermatozoa Anda masih normal, dan sel telur calon istri Anda baik, tetap akan membuahi kehamilan.

Celana dalam terlampau ketat, mandi sauna terlampau lama, memicu risiko suhu tinggi yang tidak nyaman untuk kesuburan spermatozoa pria.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)

Berita Terkait