Hal yang mau saya tanyakan adalah: apakah dengan luka tersebut ketika berhubungan ada dampak bagi istri saya dan apakah membahayakan diri saya untuk kulum waktu ke depan? Mohom bimbingannya. Thank you, GBU.
Antonius (Laki laki menikah, 41 tahun)
elyaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 70 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salam pak Antonius,
Dari keluhan yang disampaikan sepertinya luka sudah terjadi beberapa waktu. Luka pada alat kelamin bisa terjadi karena infeksi misalnya herpes, atau karena kulit meradang akibat kontak dengan bahan iritan/ alergi misalnya latex kondom dan pelumas, atau akibat kulit yang sensitif misalnya kondisi dermatitis yang kemudian diikuti dengan trauma saat berhubungan badan. Untuk sementara sebelum memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, maka penggunaan rivanol hendaknya dihentikan. Rivanol seperti sabun dapat membuang lapisan lemak pelindung kulit, menyebabkan reaksi iritasi berlanjut dan luka semakin perih. Selain batang kemaluan dibersihkan dengan sabun yang lembut, maka untuk sementara pengolesan bahan berminyak misalnya petroleum jelly atau baby oil dapat membantu.
dr. Eddy Karta, SpKK
Dokter spesialis kulit dan kelamin di RS Cipto Mangunkusumo Divisi Geriatri Dermatologi, Dept. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Jl Diponegoro No 71 Jakarta Pusat. Edmo Clinic Jalan Cikajang No 82 Jakarta Selatan. Telp 62-21-7262072.
(hrn/vit)











































