Wanita Lajang yang Takut Sudah Tak Perawan

Wanita Lajang yang Takut Sudah Tak Perawan

detikHealth
Sabtu, 21 Sep 2013 13:01 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Wanita Lajang yang Takut Sudah Tak Perawan
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saya mau bertanya, saya seorang perempuan yang belum menikah dan masih berumur 21 tahun. Saya mempunyai seorang kekasih dan saya sering melakukan hubungan oral (hubungan seks dengan tidak memasukkan Mr. P ke vagina) dengan kekasih saya.

Saya sering dibayangi rasa takut dan bingung apakah vagina saya masih perawan apa tidak. Dan apakah nanti jika saya tidak berjodoh dengan kekasih saya yang ini dan dapat kekasih baru, apakah suami saya nanti bisa merasakan saya tidak perawan? Sebab dengan kekasih saya yang ini hubungan oral dilakukan dengan memasukkan jari dia ke dalam vagina saya, namun saya tidak merasakan perih tetapi vagina saya sering keram seperti bibir vagina yang tebal. Apakah itu sudah dikategorikan vagina tidak perawan?

Whewhet (Wanita Lajang, 21 tahun), chiwiXXXX@gmail.com
Tinggi badan 160 cm dan berat badan 45 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Saya ingin koreksi pernyataan Anda, hubungan seks-oral, adalah hubungan sesual dengan menggunakan mulut, bibir, lidah yang menyentuh alat vital wanita (disebut Cunnilinghus). Bila alat vital pria yang jadi objek, disebut Fellatio.

Dengan demikian, seks-oral bukan dengan cara memasukkan jari tangan pacar Anda ke dalam vagina Anda. Hal ini bisa mengundang risiko terjadinya iritasi atau terkoyaknya dinding vagina dan selaput dara (hymen).

Untuk mengetahui terjadinya iritasi atau terkoyaknya selaput dara Anda harus di periksa di klinik kebidanan oleh dokter spesialis kebidanan atau bidan senior. Jelasnya, tidak bisa dengan foto vagina secara konvensional.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads