Sering Meludah, Indikasi Penyakit Apa?

Sering Meludah, Indikasi Penyakit Apa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 24 Sep 2013 12:07 WIB
Sering Meludah, Indikasi Penyakit Apa?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dok, sudah beberapa hari ini saya sering meludah bahkan setiap detik saya meludah. Apa ada penyakit tertentu yang menyebabkan saya sering meludah? Kalau radang tenggorokan, saya tidak merasa sakit saat menelan.

Lidya Ayu Atikah (Wanita lajang, 18 tahun)
sayagaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 158 cm, berat badan 74 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Lidya Ayu Atikah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Dari pertanyaan di atas, kami menemukan petunjuk singkat: sering meludah setiap detik. Terus terang, keluhan ini unik dan memang jarang terjadi.

Umumnya keluhan sering meludah terdapat pada beberapa wanita hamil. Istilah kedokterannya adalah ptyalism gravidarum. Referensi lain menyebutnya dengan istilah sialorrhea gravidarum.

Meskipun demikian, sering meludah itu bisa saja dialami siapapun. Bisa wanita maupun pria. Bisa tua maupun muda. Bisa kaum berada maupun kaum papa.

Menurut beragam referensi dan literatur, ada berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan sering meludah. Atau ada berbagai kemungkinan penyakit yang salah satu manifestasi klinisnya adalah sering meludah. Bahasa medisnya, ada beragam diagnosis banding (differential diagnosis) dari sering meludah.

Marilah kita bahas berbagai kemungkinan (diagnosis banding) itu satu per satu.

Kemungkinan pertama: infeksi.

Ya, benar. Gangguan infeksi oleh organisme tertentu (virus, dsb) bisa menyebabkan organ tubuh manusia menjadi infeksi atau peradangan. Misalnya: infeksi organ telinga tengah oleh karena virus (Labyrinthitis viral). Kemungkinan lain adalah encephalitis eastern equine, penyakit ini ditransmisikan ke manusia melalui "tusuk-isap" nyamuk yang terinfeksi oleh virus Eastern equine encephalitis. Ada juga rabies yang SALAH SATU manifestasi klinisnya adalah sering meludah. Namun jangan disalahtafsirkan bahwa orang yang sering meludah pasti menderita rabies.

Kemungkinan lain adalah penyakit yang dinamakan phlegmonous esophagitis, semacam peradangan di kerongkongan yang juga salah satu tandanya adalah sering meludah.

Kemungkinan lain adalah adanya abses di organ tubuh tertentu. Abses adalah kumpulan nanah (pus, berupa neutrofil) yang terakumulasi di dalam jaringan tubuh oleh karena adanya proses inflamasi atau peradangan.

Kemungkinan lain adalah radang di kerongkongan dan lambung yang parah (esophagogastritis corrosive) atau stomatitis (sariawan).

Botulism, infeksi yang disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut Clostridium botulinum, juga bisa ditandai salah satunya oleh sering meludah.

Kemungkinan kedua: obat.

Minum obat tertentu memang bisa menyebabkan atau menstimulasi “sering meludah”. Obat itu misalnya:
1. Golongan parasimpatomimetik
2. Golongan kolinergik
3. Golongan muskarinik atau parasimpatetik
4. Bethanechol
5. Dimercaprol
6. Ipecac/Ipecacuaha
7. Ketamine

Kemungkinan ketiga: keracunan.

Memang sih, kecil kemungkinannya. Namun tetap saja mungkin dialami manusia. Misalnya keracunan atau terpapar:
1. Pestisida
2. Insektisida (jenis karbamat, organofosfat, parathion, dsb)
3. Jamur spesies Amanita phalloides
4. Jamur Fly agaric (disebut juga: Pantherina, Muscarin)
5. Jamur Inocybe
6. Tumbuhan Caladium
7. Tumbuhan Dieffenbachia (Dumb cane)
8. Tumbuhan “mountain laurel/Kalmia”
9. Tumbuhan Philodendron
10. Herbal (daun) Tansy
11. Herbal bernama "Lily of the valley"
12. Herbal Pilocarpus (keracunan)
13. Herbal Columbine (konsumsi)
14. (menghirup) uap cadmium
15. (tidak sengaja menelan) alkali korosif
16. (terpapar) Botox (Botulinum toxin)
17. (terpapar/keracunan) Chlordane
18. (terhirup/terpapar gas) Chloramine T/Chloamine
19. (keracunan akut) garam merkuri/bichloride
20. (terpapar) gas saraf (Nerve gas) misal: Sarin, VX
21. (keracunan gas) Tabun

Kemungkinan keempat: kondisi, penyakit, gangguan tertentu. Misalnya:
1. Gangguan metabolisme tubuh yang disebut defisiensi tetrahidrobiopterin.
2. Defisiensi niacin (vitamin B3) atau pellagra.
3. Karies gigi (carious teeth).
4. Sindrom Treacher Collins.
5. Sindrom serotonin.
6. Hyperserotoninemia (peningkatan kadar serotonin di dalam darah).
7. Trigeminal neuralgia.
8. Muntah siklik (biasa dialami anak-anak)
9. Obstruksi esofagus
10. Geniculate neuralgia
11. Dysautonomia familial

Sebenarnya masih banyak yang lainnya. Bila dijumlah mungkin lebih dari 70 kemungkinan, bahkan bisa lebih dari itu.

Untuk lebih memastikan diagnosisnya, dipersilakan segera ke dokter terdekat. Solusi akan diberikan dokter sesuai indikasi.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo

Dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, penemu konsep hematopsikiatri, penulis 13 buku, salah satunya “5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan”. Juara pertama kompetisi “2013 World Young Doctors’ Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”. Delegasi konggres kedua Diaspora Indonesia 2013. Delegasi Indonesia AICST 2013. Penggagas dan pelopor konsep neuroedutainment melalui Brain Card Games (BCG). Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.

(hrn/vta)

Berita Terkait