Pilek Tak Kunjung Sembuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Pilek Tak Kunjung Sembuh, Apa yang Harus Dilakukan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 26 Sep 2013 15:13 WIB
Pilek Tak Kunjung Sembuh, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pagi Dok, nama saya Lela. Saya mau bertanya, saya mengalami pilek yang berkepanjangan, saya hitung mungkin sudah 3 minggu saya mengalami ini tapi itu berlangsung sembuh-kumat, dan baru pada minggu ke-3 ini pilek saya tak kunjung sembuh bahkan semakin parah dengan munculnya batuk yang terasa sakit, bahkan napas saya pun berlangsung tidak normal atau napas pendek.

Pada batuk dan pilek saya ini terkadang mengeluarkan (maaf) ingus dan dahak dengan bau yang kurang sedap seperti amis, tapi pada gejala ini saya tidak merasakan demam, nafsu makan pun biasa. Saya sempat berpikir kalau saya penyakit saya ini bisa disebut TBC/sinusitis, namun pada ciri-ciri penyakit kedua tersebut tidak semua poin saya rasakan hanya beberapa poin yang cocok dengan apa yang saya rasakan.

Menurut dokter dari gejala saya semua yang ada di atas, sakit apakah saya? Dan apa yang harus saya lakukan, atau harus ke dokter manakah saya pergi? THT atau umum? Sebelum dan sesudahnya terimakasih banyak Dok, semoga dokter sehat selalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lela (Wanita lajang, 19 tahun)
sriesXXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 162 cm, berat badan 46 kg

Jawaban

Dear Lela, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.

Dari informasi di atas, kami menggarisbawahi beberapa keluhan Lela:
1. pilek 3 minggu
2. diperparah dengan batuk
3. napas pendek
4. keluar ingus (terkadang)
5. dahak berbau kurang sedap (amis)
6. tidak demam
7. selera makan biasa

Dari lima petunjuk di atas, masih perlu digali lebih dalam lagi, misalnya tentang:
1. Sebenarnya apa keluhan pokok Lela? (sebutkan satu saja yang paling berat atau yang paling mengganggu, misal: batuk)
2. Bila memang akhirnya batuk, maka sudah berlangsung berapa lama? (sebutkan secara spesifik, misalnya: tujuh hari, dua minggu, satu bulan, dsb)
3. Apakah batuk berdahak itu disertai berkeringat di malam hari?
4. Lela mengatakan tidak demam. Namun berapa derajat Celsius suhu saat sakit?
5. Lela mengaku selera makan biasa saja. Namun, apakah ada penurunan berat badan yang signifikan?
6. Apakah Lela merokok?
7. Apakah Lela sering terpapar asap rokok atau polutan lainnya?
8. Lela sering bersin-bersin di pagi hari?
9. Maaf, ada anggota keluarga, sahabat dekat, atau tetangga yang batuk atau pilek?
10. Bagaimana pula tentang gaya hidup Lela? (pola makan, minum, olahraga, diet, dsb)
11. Ada riwayat alergi (debu, asap, udara dingin, makanan, obat, dsb)?
12. Apakah hidung Lela sering merasa seolah tersumbat?
13. Lela sering merasa pusing? Atau merasa berat di kepala?
14. Lela punya riwayat pernah sakit apa (saja) di masa lalu?
15. Apakah profesi/pekerjaan Lela sekarang?
16. Lela memiliki asuransi apa? (misal: ASKES, Jamsostek, dsb)
17. Lela sudah pernah minum obat? Apa nama obat yang pernah dikonsumsi?
18. Lela sudah pernah berkonsultasi ke dokter?

Sebenarnya masih banyak lagi hal perlu dipertajam dari tujuh keluhan Lela di atas. Di dalam kedokteran, proses awal ini disebut sebagai anamnesis, yaitu: proses dokter saat pertama kali bertemu penderita, dengan cara bertanya menggali informasi secara mendalam. Setelah anamnesis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (misalnya: laboratorium, atau pemeriksaan imaging/pencitraan, dsb sesuai indikasi), melakukan diagnosis banding, memastikan atau menegakkan diagnosis, memberikan rekomendasi atau solusi (bisa berupa medikamentosa/obat, terapi perilaku, diet, dsb), follow up dengan cara menyarankan penderita untuk kontrol.

Meskipun keluhan Lela belum spesifik, namun kami menduga (suspek awal) semua ini mengarah ke beberapa kemungkinan diagnosis berikut ini:
1. bronkitis
2. tuberkulosis (TBC)
3. pneumonia
4. sinusitis
5. rhinitis
6. penyakit paru obstruksi kronis
7. ISPA
8. common cold atau influenza kronis

Untuk lebih pastinya, dipersilakan segera ke dokter umum/dokter keluarga, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.

Demikian penjelasan kami, mohon maaf bila belum spesifik menjawab pertanyaan sahabat Lela.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, penemu konsep hematopsikiatri, penulis 13 buku, salah satunya “5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan”. Juara pertama kompetisi “2013 World Young Doctors’ Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”. Penggagas dan pelopor konsep neuroedutainment (cara asyik dan mudah memahami medis, neurosains, dan neurologi) melalui permainan Brain Card Games (BCG). Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.

(hrn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads