Anyang-anyangan Hingga Keluar Darah dan Nyeri, Kenapa?

Anyang-anyangan Hingga Keluar Darah dan Nyeri, Kenapa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 30 Sep 2013 11:47 WIB
Anyang-anyangan Hingga Keluar Darah dan Nyeri, Kenapa?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dok, saya Cintya, usia 27 tahun, dari dua hari ini saya mengalami anyang-anyangan. Kencing sampai berkali-kali malah saya sekarang pakai popok. Di kencing saya terdapat darah, dan waktu pipis terasa panas dan nyeri. Kira-kira kenapa ya Dok? Saya tidak punya riwayat penyakit apapun. Untuk perhatiannya terimakasih.

Okatri Cintya (Wanita lajang, 27 tahun)
okatri_XXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 155 cm, berat bada 48 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Dik Cintya yang dimuliakan Allah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Kami berempati dan bersimpati atas keadaan dan kondisi yang sedang dialami oleh Dik Cintya.

Langsung saja ya, kita menuju ke pokok permasalahan.

Dari uraian ceritamu di atas, maka ada beberapa indikasi kunci antara lain:
1. Anyang-anyangen dua hari (polakisuria)
2. Sering kencing (polyuria)
3. Kencing berdarah (hematuria)
4. Saat kencing terasa panas dan nyeri (disuria; nyeri saat kencing)

Dari beberapa petunjuk singkat di atas, maka ada kemungkinan Dik Cintya mengalami infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih (ISK) yaitu reaksi inflamasi (peradangan) akibat masuknya mikroorganisme ke saluran kemih, bisa ditandai dengan adanya bakteri di dalam kencing (bakteriuria) dan nanah di dalam kencing (piuria). Bakteri tersering yang menyebabkan ISK adalah Eschericia coli, Proteus mirabilis, Staphylococcus sp, dsb. ISK ini bisa menyerang semua usia. Wanita lebih sering menderita ISK daripada pria.

Dari beberapa indikasi kunci di atas, maka besar kemungkinan Dik Cintya menderita ISK bagian bawah, sebab ciri khasnya adalah adanya sakit atau panas saat kencing, kencing sedikit-sedikit, serta biasanya disertai rasa tidak nyaman di suprapubik.

Penegakan Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis ISK, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
1. biakan urine,
2. pemeriksaan urine lengkap,
3. pemeriksaan pencitraan/radiologi [misalnya: USG (ultrasonografi), pielografi intravena (PIV), miksio-sisto-uretrografi (MSU)]
4. pemeriksaan lainnya sesuai indikasi, seperti: laju endap darah (LED), fungsi ginjal, protein, dsb.

Solusi

Solusinya, dokter biasanya memberikan pipemidic acid. Indikasi diberikannya pipemedic acid ini antara lain:
1. ISK yang nyeri.
2. Tambahan terapi pada adenoma prostat.
3. Inkontinensia urine.
4. Pemakaian kateter permanen.

Namun sebaiknya meminta resep dokter, sebab obat ini memiliki beberapa efek samping, antara lain berupa:
1. reaksi susunan saraf pusat,
2. reaksi saluran pencernaan,
3. reaksi kulit,
4. lemah otot,
5. mialgia (nyeri otot),
6. hipertensi intrakranial.

Untuk pemberian antibiotik, disesuaikan dengan hasil kultur/ biakan bakteri.

Bila ingin tanpa obat, maka anyang-anyangen dapat diatasi dengan refleksiologi, yaitu dengan menekan titik-titik kandung kemih yang ada di telapak tangan dan di telapak kaki.

Penyebab Kencing Berdarah

Akan sedikit kami bahas tentang beberapa kemungkinan hematuria.
Penyebab kencing ada darahnya (hematuria), maka ada beberapa kemungkinan:
1. Obat
Beberapa obat memang berpotensi menyebabkan hematuria, misalnya: golongan analgesik, antikoagulan, busulfan, cyclophosphamide, kontrasepsi oral, penisilin, quinine, vincristine, dsb.
2. Metabolik
Penyebab metabolik hematuria antara lain: hypercalciuria dan hyperuricosuria.
3. Vaskularisasi di ginjal
Penyebab hematuria karena gangguan atau kelainan aliran pembuluh darah di ginjal, berupa:
a. arteriovenous malformation,
b. penyakit pembuluh darah arteri di ginjal atau renal artery disease, misalnya: thrombosis, embolus, dissecting aneurysm, hipertensi maligna.
c. trombosis vena ginjal
4. Sistemik
Penyebab sistemik hematuria antara lain: bleeding diathesis, penyakit sel sabit (sickle cell disease).
5. Kelainan atau gangguan ginjal

Berupa:
a. Vaskulitis, misalnya: Henoch-Schönlein purpura.
b. Penyakit glomerulus, misalnya: poststreptococcal glomerulonephritis, sindrom Alport, Lupus nephritis, sindrom nail-patella, penyakit Fabry, dsb.
c. Penyakit tubulointerstitial, misalnya: polycystic kidney disease, nephrolithiasis (batu ginjal), tumor, infeksi, dsb.
d. Massa di ginjal (berupa vaskuler, neoplastik, kongenital).

Untuk memastikan benar tidaknya ada darah di dalam kencing, maka diperlukan analisis laboratorium. Klinisi harus membedakan hematuria dari pigmenturia (perubahan warna air kencing). Analisis/evaluasi laboratorium yang diperlukan adalah tes dipstick. Tes dipstick juga memberikan pengukuran semikuantitatif dari ekskresi protein.

Polyuria

Polyuria adalah peningkatan kuantitas urin sejumlah 2,5 hingga 3 liter per hari atau volume urin lebih dari 40 mL/kg berat badan/hari.

Polyuria biasanya terkait dengan polydipsia. Polydipsia adalah asupan (intake) air lebih dari 100 mL/kg berat badan/hari (6 Liter/hari).

Ada empat mekanisme yang dapat menyebabkan terjadinya polyuria, yaitu:
1. Peningkatan asupan cairan (increased intake of fluids) seperti pada penyebab psikogenik, stres, dan cemas.
2. Peningkatan glomerular filtration rate (GFR) seperti pada kondisi hipertiroidisme, demam, keadaan hipermetabolisme.
3. Peningkatan output dari solute seperti terjadi pada keadaan diabetes mellitus, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, penggunaan diuretik.
4. Ketidakmampuan ginjal untuk menyerap kembali (reabsorb) air di distal convoluted tubule, seperti pada kondisi central diabetes insipidus, nephrogenic diabetes insipidus, gagal ginjal kronis.

Klasifikasi Penyebab Polyuria
1. Endokrin: diabetes mellitus, central diabetes insipidus, sindrom Cushing.
2. Ginjal: chronic renal failure (gagal ginjal kronis), penyembuhan dari obstruksi saluran kemih, pielonefritis kronis, nephrogenic diabetes insipidus, sindrom Fanconi.
3. Iatrogenic: terapi diuretik, alkohol, lithium, tetracyclines.
4. Metabolik: hiperkalsemia, berkurangnya potassium (kalium).
5. Psikologis: psychogenic polydipsia (PPD) atau compulsive water drinking (CWD)
6. Penyebab lainnya: anemia sel sabit, pulmonary and systemic venous thromboembolism (PSVT).

Demikian penjelasan ini. Semoga memberi solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo

Pelopor dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, penemu konsep hematopsikiatri, penulis 13 buku, salah satunya “5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan”. Juara pertama kompetisi “2013 World Young Doctors’ Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”.

Penggagas dan pelopor konsep neuroedutainment (cara asyik dan mudah memahami medis, neurosains, dan neurologi) melalui permainan Brain Card Games (BCG).

Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.

(hrn/vta)

Berita Terkait