Tidur Lebih dari 9 Jam Sehari Berisiko Sakit Jantung?

Tidur Lebih dari 9 Jam Sehari Berisiko Sakit Jantung?

detikHealth
Kamis, 10 Okt 2013 11:46 WIB
Ditulis oleh:
Tidur Lebih dari 9 Jam Sehari Berisiko Sakit Jantung?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Dok, saya seorang pekerja yang jam kerjanya tidak beraturan. Di saat saya lembur, saya memakan waktu tidur hanya 2-3 jam. Namun saat saya mendapat jatah libur, saya gunakan sebaik mungkin dengan tidur lebih dari 8 jam.

Yang saya tanyakan Dok, katanya orang yang durasi tidurnya lebih dari 9 jam sehari bisa berisiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kok malah membuat saya menjadi paranoid ya Dok. Mohon solusinya. Terimakasih.

Malik (Pria menikah, 35 tahun)
Tinggi badan 170 cm, berat badan 75 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Halo Pak Malik, sebelumnya Bapak sudah cek kedokter spesialis jantung dan melakukan pemeriksaan jantung ?

Mengenai faktor pemicu penyakit jantung ada berbagai macam penyebabnya, misalnya karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang, merokok, juga karena pengaruh stress, tekanan berat, tertekan, tekanan darah tinggi, diabetes dan gula darah tinggi, serta faktor jarang berolahraga.

Untuk mengetahui penyebab yang pasti, maka harus dilakukan pemeriksaan jantung. Anda sudah melakukan pemeriksaan jantung? Pemeriksaan apa saja yang Anda lakukan? Jika belum, saya sarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan EKH, ekokardiografi, dan rontgen dada.

Perlu diingatkan, olah raga adalah faktor pendorong untuk menyehatkan jantung Anda, khususnya detak jantung Anda. Apakah Anda sering berolahraga? Atau jarang? Jika jarang berolahraga, maka tentu menjadi dampak yang sangat negatif.

Bagi usia muda seperti Anda, merokok, begadang dan jarang berolahraga bisa menjadi faktor terpenting dan terutama seseorang terkena penyakit jantung. Orang yang istirahatnya kurang menjadi faktor pemicu terkena penyakit jantung, khususnya jantung koroner. Karena kurang beristirahat yang cukup menyebabkan tekanan darahnya tinggi. Jika tekanan darah tinggi maka dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Karena itu saya sarankan Anda untuk cek kedokter spesialis jantung dan melakukan pemriksaan EKG, ekokardiografi dan rontgen dada.
 
Demikianlah saya sampaikan. Jika masih ada pertanyaan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis jantung kami, Yodak Hospital.

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(vit/mer)

Berita Terkait