Hendy Dermansyah (Pria lajang, 32 tahun)
andika_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 168 cm, berat badan 65 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.
Dari pertanyaan saudara Hendy Dermansyah di atas, kami menggarisbawahi adanya keluhan pokok/inti, yakni:
1. sering merasa nyeri di punggung
2. diawali nyeri pinggang
3. nyeri memberat atau menghebat
4. gejala penyerta: duduk tidak bisa tenang.
Besar kemungkinan saudara Hendy Dermansyah menderita nyeri punggung bawah. Gejala ini di dalam kedokteran diistilahkan low back pain (LBP).
Faktor risiko LBP pada saudara Hendy Dermansyah yang dapat digali lebih dalam atau ditanyakan dokter antara lain:
1. apakah sering lama (berjam-jam) saat duduk, mengemudi, atau berdiri?
2. apakah sering terpapar getaran?
3. seberapa sering melakukan gerakan membungkuk atau memutar?
4. seberapa sering (frekuensi) mengangkat, menarik, atau membawa beban?
5. apakah merokok? Bila iya, sudah berapa lama dan berapa batang rokok per harinya?
6. apa saja problematika psikologis dan psikososial yang sedang dihadapi saat ini?
7. bagaimana kondisi kesehatan saat ini?
Berdasarkan American College of Physicians (ACP) tahun 2008, evaluasi awal yang dapat dilakukan pada penderita nyeri punggung bawah adalah menentukan beberapa penyebab yang paling mungkin atau mendekati kebenaran.
1. Ankylosing spondylitis
Beberapa hal yang mengarahkan indikasi ke arah diagnosis ini antara lain:
a. usia muda
b. ada rasa kaku, terutama di pagi hari
c. membaik dengan bergerak (berolahraga, beraktivitas, dsb)
d. dapat disertai nyeri di pantat (bokong)
e. terkadang terbangun di malam hari karena punggung terasa nyeri.
2. Herniated disc
Ciri khasnya antara lain:
a. nyeri punggung disertai nyeri kaki, paling terasa di tulang punggung bagian L4, L5, atau S1.
b. Tes straight-leg-raise atau crossed straight-leg-raise menunjukkan hasil positif.
c. Gejala muncul dan dirasakan lebih dari satu bulan.
3. Sindrom cauda equina
Umumnya ditandai dengan:
a. sulit atau ada gangguan berkemih, dalam kedokteran disebut retensi urin (ischuria). Kondisi ini biasanya sebagai komplikasi dari gangguan prostat yang dinamakan benign prostatic hyperplasia (BPH).
b. gangguan (defisit) motorik pada beragam level/tingkat
c. gangguan pengendalian proses buang air besar (fecal incontinence)
d. saddle anesthesia, yaitu: hilangnya rasa/sensasi (anesthesia) yang terbatas di daerah pantat (bokong) dan perineum. Perineum adalah daerah di antara anus dan organ kelamin luar; disebut juga: kerampang, kelangkang.
Amatlah disayangkan saudara Hendy Dermansyah tidak menyebutkan sudah berapa lama nyeri ini berlangsung. Bila durasinya kurang dari empat minggu (1 bulan), maka disebut nyeri akut. Bila durasinya lebih dari empat minggu (1 bulan), maka disebut nyeri kronis atau sub akut. Di dalam kedokteran, penatalaksanaannya berbeda antara nyeri akut dan nyeri subakut/kronis.
Kami merekomendasikan sesuai ACP 2008, sebaiknya bila nyeri punggung bawah itu menetap (tidak sembuh-sembuh), terlebih disertai gejala radikulopati atau spinal stenosis, maka sebaiknya segera ke dokter untuk meminta dilakukan evaluasi dengan MRI (magnetic resonance imaging). Cukup CT scan bila dokter memperkirakan akan dilakukan operasi atau akan dilakukan injeksi (suntikan) steroid epidural.
Beberapa penatalaksanaan yang umum direkomendasikan dokter, untuk mengatasi LBP, antara lain:
1. Pendekatan farmakologis (obat), misalnya: spasmolitik otot atau relaksan, tizanidine, analgesik opioid, tramadol, acetaminophen, dsb.
2. Pendekatan non-farmakologis, misalnya: acupuncture, berolahraga, pijat, yoga, relaksasi progresif, terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy), manipulasi spinal, rehabilitasi interdisipliner yang intensif.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Pelopor dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, penemu konsep hematopsikiatri, penulis 13 buku, salah satunya “5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan”. Juara pertama kompetisi “2013 World Young Doctors’ Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”.
Penggagas dan pelopor konsep neuroedutainment (cara asyik dan mudah memahami medis, neurosains, dan neurologi) melalui permainan Brain Card Games (BCG).
Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.
(hrn/vta)











































