Anak Enggan Bicara dengan Orang Selain Keluarga

Anak Enggan Bicara dengan Orang Selain Keluarga

detikHealth
Rabu, 16 Okt 2013 17:15 WIB
Ditulis oleh:
Anak Enggan Bicara dengan Orang Selain Keluarga
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Anak saya berumur 3,5 tahun, sekarang sudah sekolah di TK. Anak saya tidak mau berbicara dengan orang luar, tetapi dengan orang yang tinggal serumah dengannya malah lebih aktif berbicara. Di sekolah juga seperti itu dia tidak mau berbicara dengan guru dan kawan-kawannya, tetapi semua yang disuruh gurunya mau dia kerjakan, dengan kawan-kawannya juga mau bermain bersama.

Tetapi kendalanya cuma tidak mau berbicara, apa yang harus saya lakukan agar anak saya mau berbicara dengan orang-orang di luar rumah? Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas jawaban yang diberikan.

Meutia (Perempuan menikah, 31 tahun)
meutiaXXXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 150 cm, berat badan 45 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Ibu Meutia yang baik, kasus anak yang hanya mau berbicara dengan orang-orang tertentu dan situasi-situasi tertentu saja serta memilih bungkam untuk situasi sosial yang lebih luas biasanya disebut selective mutism. Selective Mutism atau SM biasanya didasari oleh kecemasan yang dimiliki oleh anak terhadap situasi yang mungkin belum ia ketahui sebelumnya atau situasi yang pernah membuat ia merasa ketakutan yang luar biasa. Nah, untuk kasus anak Ibu memang perlu dilihat lebih lanjut mengenai penyebabnya.

Apa yang bisa Ibu lakukan? Jangan terlalu fokus untuk meminta ia berbicara dengan orang yang tidak ia ajak bicara, karena semakin kita terlalu mendorongnya maka kondisinya akan semakin rumit. Ibu bisa menggunakan media boneka atau permainan role play dan menciptakan tema-tema cerita yang agak mirip dengan kondisi anak serta diberikan problem solvingnya seperti apa. Dengan begitu diharapkan anak Ibu akan mendapatkan insight mengenai apa yang seharusnya ia lakukan dalam situasi yang mungkin menimbulkan kebingungan baginya harus berbicara apa.

Jika sudah dilakukan namun tidak ada perubahan maka Ibu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog anak ya.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI Depok dan Pusat Layanan Tumbuh Kembang KANCIL. Follow Twitter Ratih : @ratihyepe

(hrn/vta)

Berita Terkait