Bahayakah Jika Penyakit Jantung Koroner Dibiarkan?

Bahayakah Jika Penyakit Jantung Koroner Dibiarkan?

detikHealth
Jumat, 18 Okt 2013 11:47 WIB
Ditulis oleh:
Bahayakah Jika Penyakit Jantung Koroner Dibiarkan?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dokter, langsung saja, teman saya menderita penyakit coronary heart disease (CHD). Sebagai informasi, dia sebaya dengan saya, berkelamin wanita dengan berat badan 55 kg dan tinggi badan 160-an. Secara fisik ia tampak sehat Dok, tapi sayang didiagnosa oleh dokter coronary heart disease.

Setelah saya cari-cari lewat internet bahwa coronary heart disease itu adalah penyakit jantung koroner, apakah ini berbahaya Dok bila dibiarkan? Terimakasih.

Dian (Wanita lajang, 22 tahun)
Tinggi badan 165 cm, berat badan 60 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Dear Ibu Dian,

Sebelumnya teman Anda mengalami keluhan apa ya? Apakah ia merasakan keluhan sesak napas, nyeri dada, sesak dada, dan jantung berdebar-debar? Lalu bagaimana dengan gejala pusing, mual, muntah dan tidak dapat tidur dengan nyenyak? Apakah ia juga memiliki keluhan itu?

Jika memang benar ada keluhan itu, saya sarankan Anda dan keluarga Anda untuk cek ke dokter spesialis jantung dan melakukan pemeriksaan yang lengkap seperti: EKG, ekokardiografi dan CT scan jantung.

Mengenai jantung koroner, memang patut kita waspadai. Faktor-faktor pemicunya sangat banyak, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak, kolesterol tinggi, bergadang, pola hidup dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu terkena penyakit jantung koroner.

Namun, gejala-gejala tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu, dengan melakukan pemeriksaan yang lengkap, seperti: tes EKG, ekokardiografi, rontgen dada, CT scan jantung. Oleh karena itu, saya sarankan teman Anda melakukan pemeriksaan yang lengkap, baru dapat dibuktikan kebenarannya.

Mengenai pengobatan jantung koroner disesuaikan dengan kondisi pembuluh darah pasien, seperti: besar penyumbatan pembuluh darahnya berapa persen, letak/titik penyumbatan pembuluh darah, dan juga disesuaikan dengan kondisi pasien: Usia, nama dan keluhan yang dirasakan. Oleh karena itu, saya menyarankan pasien juga melakukan pemeriksaan CT scan jantung dan pemeriksaan kateter jantung. Kedua pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang paling efektif dan efesien dalam mengetahui kondisi pembuluh darah pasien.

Jika sudah melakukan pemeriksaan yang lengkap, teman Anda boleh datang dan berkonsultasi langsung dengan saya, gratis tidak dipungut bayaran sepeser pun dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E, Jalan S Parman Kav 72, Slipi, Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.

(hrn/vta)

Berita Terkait