Reza (Laki laki menikah, 28 tahun)
mr.XXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 50 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penjelasan di atas, intinya adalah batuk satu minggu, kambuh lagi di bulan berikutnya, disertai nyeri dada kanan dan flu.
Sebenarnya ada banyak data yang belum terungkap misalnya:
1. Batuk bersifat kering atau berdahak?
2. Berapa lama tepatnya batuk telah berlangsung?
3. Saudara Reza, apakah Anda merokok? Sering terpapar asap rokok?
4. Adakah paparan lingkungan (misalnya: polusi udara, alergen, toksin, dsb)?
5. Adakah beragam gejala lain yang menyertai batuk (misalnya: nyeri telinga, nyeri tenggorokan, nyeri perut, hidung terasa tersumbat, dsb)?
6. Adakah gejala sistemik yang menyertai batuk (misalnya: nyeri sendi, nyeri tulang, diare, dsb)?
7. Adakah di lingkungan sekitar, terdekat, keluarga, tempat kerja saudara Reza yang juga sedang batuk?
8. Saudara Reza berprofesi sebagai apa saat ini?
Batuk sebenarnya dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Batuk akut: berlangsung kurang dari 3 minggu.
2. Batuk subakut: berlangsung 3-8 minggu.
3. Batuk kronis: berlangsung lebih dari 8 minggu.
Secara umum, ada beberapa kemungkinan diagnosis yang mengarah ke batuk, yang dirangkum dalam mnemonics (singkatan cerdas) GREAT BAD CAT TOM, yaitu:
1. GERD (gastroesofageal reflux disease), laryngopharyngeal reflux (LPR),
2. Rinitis (baik alergi dan non-alergi) dengan keluarnya ingus atau cairan hidung,
3. Emboli,
4. Asma,
5. TBC (tuberculosis),
6. Bronkitis, pneumonia, pertussis,
7. Aspirasi, terutama benda asing pada anak-anak,
8. Drugs (obat-obatan, seperti: penghambat ACE inhibitor),
9. Cardiogenic (terkait dengan jantung),
10. Achalasia pada dewasa,
11. Thyroid enlargement (pembesaran kelenjar tiroid)
12. "Thoughts" (pikiran) sering terjadi pada batuk psychogenic,
13. Other causes (penyebab lainnya),
14. Malignancy (keganasan), misalnya: kanker paru-paru pada orang dewasa.
Detail berbagai diagnosis banding batuk adalah sebagai berikut ini.
Batuk akut memiliki beragam kemungkinan diagnosis, seperti:
1. Infeksi saluran pernafasan bagian atas akut, rhonosinusitis, bisa jadi karena virus, sinusitis viral atau bakterial
2. Alergi
3. Eksaserbasi penyakit paru-paru obstruktif kronis
4. Gagal jantung ventrikel kiri
5. Pneumonia
6. Aspirasi benda asing
Batuk sub akut memiliki beragam kemungkinan diagnosis, seperti:
1. Post-infectious (setelah infeksi berlangsung), khusus batuk jenis ini biasanya akan sembuh tanpa terapi
2. Sinusitis bakterial
3. Asma
Batuk kronis memiliki beragam kemungkinan diagnosis, seperti:
1. Asma
2. TBC (tuberculosis)
3. Bronkitis kronis (akibat rokok atau tembakau)
4. Chronic Obstructive Pulmonary Disease
5. Post nasal drip (kondisi hidung dan sinus)
6. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
7. Gagal jantung bilik kiri (left ventricular heart failure)
8. Kanker paru-paru.
Untuk menegakkan diagnosis, maka dokter akan melakukan:
1. anamnesis
2. pemeriksaan fisik
3. pemeriksaan penunjang
4. penatalaksanaan umum
Salah satu pemeriksaan penunjang batuk adalah foto rontgen dada. Dengan pemeriksaan foto rontgen dada (chest X-ray), maka dapat diketahui, adakah kelainan. Pada kondisi asma, bronkitis kronis, penyakit reflux, post nasal drip, biasanya memiliki gambaran foto rontgen dada yang normal. Adapun tuberculosis, COPD, gagal jantung, dan kanker paru-paru, biasanya memiliki gambaran foto rontgen dada yang abnormal.
Untuk penatalaksanaan, dokter akan merekomendasikan codein pada kasus batuk akut. Untuk batuk kronis, maka ada beberapa yang umumnya diresepkan dokter, antara lain: antitusif, mukolitik, hidrasi, atau ekspektoran. Pada kasus post nasal drip dapat diberikan antialergi dan terapi sinusitis kronis. Pada asma dapat diberikan beta 2 agonis. Pada GERD dapat diberikan penghambat pompa proton (PPI).
Agar batuk tidak bertambah parah atau berat, maka pakailah selalu masker pelindung wajah, terutama saat bepergian menggunakan kendaraan bermotor. Hindarilah polusi udara dan asap, termasuk asap rokok. Bila Anda merokok, maka secepatnya berhenti merokok. Hindari memakan makanan yang digoreng dengan minyak curah. Idealnya minyak goreng hanya dipakai untuk 1-2 kali menggoreng. Hindari pula memakan makanan yang pedas.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, penemu konsep hematopsikiatri, penulis 13 buku, salah satunya “5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan”. Juara pertama kompetisi “2013 World Young Doctors’ Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”.
Penggagas dan pelopor konsep neuroedutainment (cara asyik dan mudah memahami medis, neurosains, dan neurologi) melalui permainan Brain Card Games (BCG). Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.
(hrn/vta)











































