Mengatasi Anak yang Hiperaktif dan Tak Takut Dikerasi

Mengatasi Anak yang Hiperaktif dan Tak Takut Dikerasi

detikHealth
Rabu, 23 Okt 2013 17:45 WIB
Ditulis oleh:
Mengatasi Anak yang Hiperaktif dan Tak Takut Dikerasi
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Normalkah sebagai anak yang hiperaktif dan tidak ada takutnya meskipun dikerasi (dipukul) apabila anaknya nakal? Bagaimana peran orangtua untuk
mengatasinya? Terimakasih.

Endra Sunjaya (Laki-laki menikah, 32 tahun)
sunjaya_XXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 175 cm, berat badan 55 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Pak Endra,

Ketika kita ingin memastikan bahwa aktifnya anak masih dalam kategori normal atau tidak memang diperlukan informasi terkait usia anak dan perilaku aktif seperti apa yang dilakukan sehingga bisa dikategorikan hiperaktif atau tidak.

Sayangnya Bapak tidak menyebutkan informasi tentang itu, namun perlu untuk diketahui bahwa pada masa perkembangan tertentu (rentang usia 1-2 tahun) anak memang akan banyak bergerak karena memang memiliki kebutuhan untuk menstimulasi motoriknya termasuk motorik kasar.

Yang perlu dilakukan ketika anak aktif bergerak adalah bukan dengan memukul atau memarahi, melainkan dengan memantau gerakannya masuk dalam kategori bahaya atau tidak kemudian memberikan batasan gerakan yang boleh ia lakukan serta kalimat yang digunakan adalah kalimat positif misalnya ketika anak berlarian dalam ruangan yang banyak barang pecah belah kita bisa mengatakan “ayo kak, kita jalan aja yuk” dan bukan mengatakan “jangan lari kak”.

Selamat mencoba.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI Depok dan Pusat Layanan Tumbuh Kembang KANCIL. Follow Twitter Ratih : @ratihyepe




(hrn/mer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads