Jakarta -
Saya sempat baca-baca dari cerita-cerita yang lain, Anda katakan dampak dari onani yang terlalu sering adalah ejakulasi dini. Apakah bila kita mengurangi onani akan kembali normal lagi? Atau harus menggunakan obat untuk membantunya? Jika memang butuh obat, obat apa? Terimakasih dan mohon diberi penjelasan.Ahmad (Pria lajang, 25 tahun)afiXXX@yahoo.comTinggi badan 172 cm, berat badan 58 kgJawaban:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil penelitian ilmiah terungkap salah satu penyebab ejakulasi dini (ED) atau premature ejaculation adalah onani (masturbasi). Jelasnya, saat onani, pelaku tanpa objek (pasangan ML), hingga bebas melakukannya tanpa beban. Akantapi, saat ML berhadapan dengan lawan jenis, tidak bisa pelaku sesuka hatinya. Ia harus handal mengimbangi gejolak seksual partnernya. Apalagi, bila pasangan ini baru berjumpa. Tidak jarang pelaku belum handal mengekang dorongan seksualnya, yg saat onani dia tidak usah kekang, bebas ejakulasi kapan ia mau. Maka, terjadilah ED sebelum partnernya mencapai orgasme.
Melalui proses adaptasi, dengan sering ML dengan partnernya, ia akan handal untuk mengatasi ED. Obat-obat untuk ED ada yg dalam bentuk oral (diminum) atau salep (dioleskan). Tapi, jauh lebih efektif bila melakukan proses adaptasi untuk mengatasi ED bersama partner dengan rasa sabar dan kasih.
Dr. Andri Wanananda MSAnggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(vit/up)