Alasan istri saya mengajak cerai adalah karena dia merasa selama ini saya memperlakukan dia secara kasar dan sering membentak (tidak pernah sekalipun saya memukul). Setelah minta cerai saat itu juga dia merasakan jantungnya sakit dan opname di rumah sakit. Saya merawatnya dengan sangat baik, menyeka tubuhnya, menyuapinya dan sebagainya. Mengetahui penyebab kenapa dia minta cerai, saya pun berjanji kepadanya di hadapan anak-anak untuk menuruti apa yang diinginkan (tidak akan berkata keras dan membentaknya).
Sekeluar dari rumah sakit dia tidak menyurutkan keinginannya untuk bercerai tambah malah menggebu minta cerai. Saat ini saya dicuekin, dan bahkan tidak mau ketemu saya atau SMS saya. Menurut penuturannya dia takut kalau ketemu saya. segala macam janji dan permintaan maaf saya tidak digubris bahkan sampai saya mencium kakinya segala. Dia merasa akan sakit-sakit terus dan cepat mati kalau terus bersama saya (masuk rumah sakit 2-3 kali setahun) karena keluhan jantung sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya tidak bisa berpisah dengan dia Dok, saya sangat menyayangi dan mencintainya, juga berpikir bagaimana dengan anak-anak kami. Lagi pula saya tidak ada gairah dengan wanita lain Dok. Pertanyaan saya :
1. Apa yang harus saya lakukan dok?
2. Apakah saya harus rela berpisah dari wanita yang sudah saya nikahi 19,5 tahun dan memberi saya tiga orang anak (pertama 17 tahun, kedua 13 tahun, ketiga 9 tahun)?
Agus Santiko (Laki-laki menikah, 44 tahun)
my_name_XX_XXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 176 cm, berat badan 73 kg
Jawaban
Dear Pak Agus,
Sepertinya istri Pak Agus sudah merasa yakin dengan keputusannya, sehingga meminta cerai terus. Kita bisa berupaya supaya ia goyah akan pendiriannya, dengan menanyakan apakah pasti hidupnya akan lebih baik kalau berpisah dengan suaminya? Bagaimana kalau mencoba untuk hidup bersama selama sementara waktu, misal 3 bulan atau 6 bulan lagi sebelum proses perceraian.
Tidak ada orang yang sempurna, tetapi kita selalu berusaha untuk setiap hari bertambah baik. Mintalah kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Mintalah supaya istri juga memikirkan yang terbaik untuk anak-anak.
Bapak juga jangan hanya memberikan janji kosong, tetapi harus bersedia berubah untuk menjadi lebih sabar, ajak istri supaya bisa menceritakan kekecewaannya selama hidup bersama dengan pak Agus. Tunjukkan bahwa pak agus bersedia dan berusaha dengan sungguh-sungguh mau berubah untuk kepentingan bersama.
Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ
Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.
(hrn/)











































