Kutil di Tangan Sudah Dilaser Namun Tumbuh Lagi

Kutil di Tangan Sudah Dilaser Namun Tumbuh Lagi

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 19 Nov 2013 15:20 WIB
Kutil di Tangan Sudah Dilaser Namun Tumbuh Lagi
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dok saya mau bertanya, saya pernah memiliki terkena kutil di tangan saya. Lalu untuk menghilangkannya dilakukan dengan menggunakan laser, tidak berapa lama ternyata tumbuh lagi bahkan sudah dua kali dilaser tetap tumbuh lagi di tempat berbeda, kira-kira harus diapakan ya? Lalu bagaiamana langkah untuk mencegahnya? Terimakasih banyak, dokter Dito.

Angelina (Wanita lajang, 20 tahun)
Tinggi badan 156 cm, berat badan 58 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Angelina, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Berbicara tentang kutil, maka di dunia kedokteran dikenal dengan istilah verruca vulgaris atau common wart. Terkadang disingkat wart. Penyebab kutil adalah human papilloma virus (HPV).

Menurut studi epidemiologi, kutil ini memang lebih sering dialami wanita daripada pria. Diperkirakan kutil diderita 10% usia anak-anak dan dewasa muda.

Untuk terapi, dokter biasanya akan merekomendasikan terapi yang tepat sesuai indikasi. Untuk kutil, beberapa pilihan yang dapat diresepkan atau direkomendasikan dokter antara lain: asam salisilat, krioterapi, bleomycin, imiquimod, retinoid, imunoterapi intralesi, atau laser (pulsed dye laser therapy).

Kutil memang bisa tumbuh atau muncul lagi, meskipun telah diobati. Karena infeksi oleh virus biasanya memang mudah sembuh namun juga (terkadang) mudah kambuh. Agar tidak kambuh lagi, kutil dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan, dengan cara sering cuci tangan dengan sabun. Memakai sarung tangan bila memegang zat kimia yang beracun/berbahaya. Cara lainnya yaitu dengan menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh. Hindari pula upaya untuk menghilangkan kutil dengan benda tajam, karena malah berpotensi menyebar kemana-mana. Yang terpenting adalah upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara olahpikir, olahbatin, olahraga, olahrasa, dan olahjiwa.

Demikian penjelasan kami, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Dokter online (dokter digital), konsultan detik.com, pemerhati hematopsikiatri, medicopomology, neuroherbalmedicine, penulis 14 buku. Saat ini mengabdi dan berkarya di Neuroscience Department, Brain Circulation Institute of Indonesia, Surya University (BCII SU), Indonesia.

(hrn/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads