Arin (Perempuan menikah, 41 tahun)
arini_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 173 cm, berat badan 54 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjalin komunikasi dengan anak remaja memang gampang-gampang sulit. Remaja juga akan cenderung lebih tertutup dengan orang tua dan mulai memiliki privasi untuk hal-hal yang memang tidak ingin ia bagi.
Menghadapi situasi seperti ini, orang tua harus memposisikan diri sebagai pihak yang bisa diajak bernegosiasi dan tidak melakukan penilaian negatif terhadap apapun yang dilakukan oleh remaja. Pendekatan seperti ini akan membuat remaja merasa percaya bahwa keberadaan kita bukan sebagai 'musuh' atau hakim yang siap mengukum setiap detil kesalahan.
Ketika kita sudah bisa bersikap netral ttg apapun yang dilakukan oleh anak remaja dan ia sudah menganggap kita 'aman' maka kita bisa mulai memberikan pandangan-pandangan yang positif dan mengingatkan akan konsekuensi serta tanggung jawab mereka. Hal tersebut bukan disampaikan dalam bentuk nasihat, melainkan diskusi sehingga anak remaja kita juga bisa berpendapat dan memberikan mereka kesempatan untuk secara bebas mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran mereka.
Disarankan tidak menggunakan jurus lama dengan menceritakan mengenai kondisi jaman terdahulu saat orang tua seusia mereka, karena anak remaja akan menganggap kita tidak memahami zaman yang saat ini tengah mereka hadapi. Perbanyaklah informasi mengenai hal-hal yang disukai oleh anak untuk membuka gerbang komunikasi yang efektif.
Selamat mencoba.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI Depok dan Pusat Layanan Tumbuh Kembang KANCIL. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe
(hrn/)










































