Cara Aman Agar Sperma Tak Cepat Keluar Saat Bercinta

Cara Aman Agar Sperma Tak Cepat Keluar Saat Bercinta

detikHealth
Jumat, 29 Nov 2013 18:22 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Cara Aman Agar Sperma Tak Cepat Keluar Saat Bercinta
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -
Saya pria menikah sudah 1 tahun. Mengapa setiap berhubungan intim sperma saya cepat keluar? Memang dulu sebelum menikah saya sering masturbasi, apakah ada pengaruhnya? Lalu bagaimana cara aman untuk supaya sperma tidak cepat keluar? Terimakasih.

Mario (Pria Menikah, 27 tahun), marsXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 170 cm dan berat badan 60 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemungkinan yang Anda alami adalah ejakulasi dini (ED). Beberapa laporan penelitian ilmiah kedokteran seksual mengungkapkan adanya korelasi antara kebiasaan masturbasi sebelum nikah dengan ED saat sudah memiliki pasangan hidup. Masalahnya, saat masturbasi, tidak ada objek hidup yang jadi sasaran penyaluran hasrat seksual. Jelasnya, boleh sekehendak hati kapan saja ingin mencapai orgasme dan ejakulasi.

Ketika sudah menikah, tidak bisa lagi sekehendak hati untuk mencapai orgasme dan ejakulasi, ada objek hidup (istri) yang harus diimbangi, dipertimbangkan, agar orgasme ejakulasi bisa bersama-sama, atau sang istri lebih dahulu.

Melalui kerja sama yang baik dengan istri lakukan terlebih dulu foreplay dengan cara manual atau oral pada zona-zona erotik istri Anda yang paling peka. Jangan tergesa-gesa lakukan penetrasi penis ke dalam vagina. Tunda sampai istri menghampiri orgasme, minta ia beri 'aba-aba', agar Anda boleh lakukan penetrasi penis.

ED bisa pula dicegah dengan kebugaran jasmani dan psikis yang baik. Jelasnya, lakukan exercise fisik secara reguler, kelola stres, serta didukung pula oleh asupan gizi yang seimbang.

Beberapa obat yang diminum dan dioleskan pada batang penis, dapat dikonsumsi bila upaya non-medis tersebut di atas tidak berhasil. Obat-obat tersebut bisa diperoleh setelah Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vta)

Berita Terkait