Mual Muntah Setelah Makan Sayur Terung, Kenapa?

Mual Muntah Setelah Makan Sayur Terung, Kenapa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 13 Des 2013 11:46 WIB
Mual Muntah Setelah Makan Sayur Terung, Kenapa?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Salam dokter, saya ingin bertanya kenapa setelah makan sayur terung (sambal/balado terung) perut saya terasa mual bahkan kadang sampai muntah, padahal ketika makan terasa enak di mulut/tenggorokan. Selain terung, juga buah sawo, setelah makan buah sawo perut terasa mual bahkan muntah.

Perlu diketahui saya memiliki riwayat sakit maag. Apa yang menyebabkan mual/muntah? Apa ini ada sangkut pautnya dengan penyakit maag tersebut? Terimakasih atas jawabannya.

Yasmine (Perempuan menikah, 31 tahun)
yasmineXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 53 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Dear Yasmine, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Sebelumnya, perkenankanlah kami sedikit menjelaskan tentang kandungan dan khasiat buah terung secara ilmiah.

Buah terung memiliki beragam varian spesies, misalnya:
1. Solanum cumingii Dunal
2. Solanum melongena L.
3. Solanum pressum Dunal
4. Solanum undatum Poiret sensu Ochse

Menurut studi fitokimiawi, terung mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, dan tannin. Bioaktif lain yang terkandung di dalam terung antara lain: beta-sitosterol-beta-D-glucoside, dioscin, stigmasterol, stigmasterol-beta-D-glucoside, methyl protodioscin, protodioscin. Adapun buah terung mengandung choline, lemak, potassium, protein, trigonelline, vitamin (A, B, C). Hanya sedikit kalori, lemak jenuh, sodium yang terkandung di dalam buah terung.

Menurut Babu PAS dan tim peneliti di India (2013), ekstrak daging buah terung (Solanum melongena) mengandung asam askorbat (35,6 ± 2,5 mg), phenolic (459,72 ± 6,3 mg), flavonoid (36,5 ± 6,7 mg), dan tocopherol (23,5 ± 3,6 mg).

Penelitian Arivalagan M dan tim India (2012) berhasil menganalisis kandungan makro-mikromineral dari 25 genotip terung (Solanum melongena L.). Kandungan makromineral per 100 gram, seperti potassium atau kalium (159-272 mg), magnesium (5,15–20,4 mg). Sedangkan kandungan mikromineral per 100 gram, seperti: tembaga (0,0453-0,144 mg) zat besi (0,199–0,813 mg), seng (0,0778–0,270 mg).

Noda Y dan tim peneliti di University of California, Berkeley, USA di tahun 1998 berhasil menemukan delphinidine-3-(p-coumaroylrutinoside)-5-glucoside (nasunin), suatu anthocyanin yang diisolasi sebagai kristal berwarna ungu dari kulit buah terung "Chouja" (Solanum melongena L.) menggunakan suatu electron spin resonance spectrometer.

Nasunin ini berfungsi sebagai angiogenesis inhibitor, maksudnya menghambat proses pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metastasis (penyebaran) tumor serta terlibat di beragam penyakit lainnya, seperti: atherosclerosis dan diabetic retinopathy.

Matsubara dan tim peneliti di Jepang (2005) berharap bahwa Nasunin efektif sebagai anthocyanin yang bermanfaat melawat stres oksidasi dan beragam penyakit akibat ketidaknormalan proses angiogenesis.

Menurut Krishnaswamy K dan Raghuramulu N (1998), terung (Solanum melongena) memiliki fitokimiawi bioaktif yang menyebabkan memiliki potensi sebagai antikanker dan vitamin D. Dari studi ini, diet terung berpotensi sebagai pencegah kanker di masa mendatang.

Kita kembali ke pokok persoalan, yaitu merasa mual bahkan muntah setelah konsumsi sayur terung, dengan ada riwayat maag. Sensasi mual dan muntah memang terkait dengan gangguan lambung dan sistem pencernaan, dan tidak ada kaitannya dengan konsumsi buah terung atau sawo. Kemungkinan lain adalah alergi terhadap zat tertentu yang ada di dalam buah terung dan sawo.

Solusinya sangat mudah. Untuk sementara ini, hindari konsumsi buah terung atau sawo. Untuk gangguan maag, dapat diatasi dengan pola makan teratur, gaya hidup sehat dan seimbang baik jasmani maupun ruhani.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo

Dokter di departemen neurosains, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

(hrn/up)

Berita Terkait