Onani Membuat Badan Kurus dan Punggung Sakit, Benarkah?

Onani Membuat Badan Kurus dan Punggung Sakit, Benarkah?

detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 18:23 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Onani Membuat Badan Kurus dan Punggung Sakit, Benarkah?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Malam Dok, saya Andy 16 tahun, ukuran penis saya saat ereksi kira-kira 11 cm. Saya sering melakukan onani, kira-kira 3-4 hari sekali, kadang-kadang satu minggu sekali. Saya juga mengalami ejakulasi dini, saat onani saya bisa orgasme kira-kira kurang dari 15 detik. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Di usia saya yang baru 16 tahun apakah ukuran penis saya termasuk panjang?
2. Apakah onani membuat kurus?
3. Apakah onani membuat tulang punggung sakit?
4. Bagaimana cara mengobati ejakulasi dini? Karena saya takut tidak bisa memuaskan istri saat dewasa nanti.
5. Apakah onani membuat penis panjang?
6. Saya ingin berhenti onani tapi godaannya besar sekali, menurut dokter apa tidak apa-apa onani jangka panjang?

Terimakasih sebelumnya Dok. Tolong keenam pertanyaan saya dijawab ya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andy (Pria lajang, 16 tahun)
andyXXX@YAHOO.COM
Tinggi badan 188 cm dan berat badan 65 kg

Jawaban

Ukuran penis Anda, 11 cm saat ereksi, relatif normal. Untuk penis yg penting bukan panjangnya, tapi keras dan tegangnya saat ereksi. Onani tidak akan membuat tubuh kurus, nyeri tulang punggung, juga tidak akan memperpanjang ukuran penis. Onani tidak akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental bila frekuensinya tidak mengganggu kegiatan rutin sehari-hari.

Efek negatif onani, tidak jarang menyebabkan Ejakulasi Dini (ED). Hal ini terjadi bila kelak pria melakukan hubungan intim dengan lawan-jenisnya. Masalahnya, saat beronani tidak ada objek-hidup yang harus diperhitungkan, jadi bisa seenaknya kapan mau ejakulasi. Tapi, ketika hubungan intim dengan partnernya, ada objek-hidup yang harus diimbangi. Jelasnya, tidak bisa lagi seenaknya kapan mau ejakulasi. Yang ideal, orgasme bersamaan atau wanita lebih dulu orgasme, baru kemudian pria mencapai orgasme.

ED dapat dikendalikan bila kelak sudah terbiasa (adaptasi) hubungan intim dengan partner-hidup. Juga perlu didukung oleh exercise-fisik secara reguler disertai asupan gizi yg seimbang.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(vit/up)

Berita Terkait