Tulang Kering Kanan Terbentur Pembatas Jalan Saat Kecelakaan, Berbahayakah?

Tulang Kering Kanan Terbentur Pembatas Jalan Saat Kecelakaan, Berbahayakah?

detikHealth
Selasa, 28 Jan 2014 16:26 WIB
Ditulis oleh:
Tulang Kering Kanan Terbentur Pembatas Jalan Saat Kecelakaan, Berbahayakah?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Halo Dok, setahun yang lalu saya mengalami kecelakaan. Saat itu kondisinya saya sedang menyeberang lalu ditabrak oleh sepeda motor. Saya jatuh dan tulang kering kanan saya terbentur separator busway. Kemudian saya dibawa ke ruang IGD, di situ dilakukan rontgen. Hasilnya tidak ada tulang yang retak dan saya diperbolehkan pulang.

Sampai sekarang saya masih merasakan nyeri di bagian atas tulang kering kanan tersebut. Jika saya perhatikan, seperti ada bengkak yang tidak rata di sekitar tulang kering saya yang nyeri. Dan di bagian bawah lutut kanan juga terdapat tulang yang menonjol.

Yang ingin saya tanyakan, berbahayakah kondisi ini? Karena saat ini saya masih bisa berlari dan berlutut tetapi tidak bisa bersimpuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herni (Wanita lajang, 22 tahun)
herni_XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 60 kg

Jawaban

Yth. Mbak Herni,

Untuk mendiagnosis suatu keluhan, seorang dokter perlu mendapatkan informasi yang cukup perihal riwayat keluhan dan cedera, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Setelah ketiga langkah tersebut dilakukan, barulah dapat diketahui diagnosis keluhan Anda ini dan ditentukan terapinya.

Jadi, selain informasi yang sudah disampaikan, kami masih perlu melengkapi riwayat cedera/jatuh, aktivitas sehari-hari termasuk pemilihan alas kaki/sepatu. Selanjutnya kami perlu melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang terhadap tulang kering (tibia) Anda.

Pemeriksaan fisik meliputi beberapa pemeriksaan, yaitu: menentukan lokasi nyeri, memeriksa bentuk kaki, mengamati adanya perubahan bentuk (deformitas) maupun mengetahui adanya rasa nyeri terhadap perubahan posisi. Sementara pemeriksaan penunjang terhadap tulang kering meliputi: foto rontgen (xray) bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang/sendi, Magnetic Resonance Imaging (MRI) bertujuan untuk mengetahui keadaan struktur jaringan lunak/non tulang.

Terapi terhadap keluhan ini dapat berupa kompres es di daerah nyeri, pemberian obat anti radang dan menjalani program fisioterapi.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan advis terapi yang terbaik terhadap keluhan ini.

Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi

Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Sub Spesialis Sports Medicine & Arthroscopy. Dosen Tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya. Anggota dari: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia (PABOI), Indonesian Orthopaedic Society for Sports Medicine & Arthroscopy (IOSSMA)
Praktik: Klinik Spesialis Bethany Care, Jl. Nginden Intan Timur I/ 29, Surabaya, Telp 031-5912727 (hunting)
Siloam Hospitals Surabaya
Jl. Raya Gubeng 70, Surabaya
Telp (031) 503 1533
Follow twitter @SbyKneeCenter

(hrn/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads