Maya (Wanita lajang, 18 tahun)
mayyXXXXXX@rocketmail.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 49 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Dari informasi singkat di atas, kami menemukan petunjuk kunci, yaitu: sakit perut di sebelah kiri dan kanan atas.
Berikut ini beberapa penyakit yang ditandai oleh nyeri atau sakit perut di bagian atas (upper abdominal pain syndromes):
1. dispepsia
2. pneumonia
3. hiatus hernia
4. infark miokard
5. pankreatitis akut
6. infark atau abses limpa
7. penyakit empedu (biliary disease).
Lebih spesifiknya, beberapa penyakit berikut ini adalah beberapa kemungkinan gangguan/penyakit yang ditandai oleh nyeri atau sakit perut di bagian kanan atas:
1. empedu: cholecystitis, cholelithiasis, cholangitis
2. kolon: colitis, diverticulitis
3. hati: abses, hepatitis, massa
4. paru-paru: pneumonia (radang selaput pembungkus paru-paru), embolus
5. ginjal: nephrolithiasis (batu ginjal), pyelonephritis.
Sedangkan beberapa penyakit berikut ini adalah beberapa kemungkinan gangguan/penyakit yang ditandai oleh nyeri atau sakit perut di bagian kiri atas:
1. jantung: angina, infark miokard, pericarditis (radang di lapisan otot terluar/"pembungkus" jantung)
2. lambung: esophagitis, gastritis, peptic ulcer (tukak lambung)
3. pankreas: massa, pankreatitis (radang pankreas)
4. ginjal: nephrolithiasis, pyelonephritis
5. pembuluh darah: aortic dissection (pemisahan lapisan di dalam pembuluh aorta), mesenteric ischemia (kumpulan gejala atau sindrom dimana terjadi kekurangan aliran darah melalui pembuluh darah mesenteric menyebabkan terjadinya iskemia dan gangren pada dinding usus).
Uniknya, pada sebagian wanita, beberapa penyakit dapat ditandai salah satunya adalah nyeri perut, misalnya:
1. penyakit radang rongga panggul (pelvic inflammatory disease)
2. kehamilan ektopik (ectopic pregnancy)
3. endometriosis
4. endometritis
5. Leiomyoma
6. adnexal pathology.
Untuk diagnosis pasti, dipersilakan periksa ke dokter terdekat untuk dilakukan anamnesis (pertanyaan terstruktur dan terarah) serta pemeriksaan fisik dan bisa disertai usulan pemeriksaan penunjang, bila memang diperlukan untuk penegakan diagnosis dan keperluan terapi.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi. Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia.
(hrn/vit)











































