Sakit Saat Bercinta karena Vagina Kering Setelah Melahirkan

Sakit Saat Bercinta karena Vagina Kering Setelah Melahirkan

detikHealth
Rabu, 19 Feb 2014 18:19 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sakit Saat Bercinta karena Vagina Kering Setelah Melahirkan
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saya baru melahirkan normal dan mendapat jahitan episiotomi dua bulan yang lalu dan kemudian ikut KB suntik 3 bulan, Dok. Keluhan saya, sampai sekarang sulit untuk berhubungan seks karena suami susah melakukan penetrasi dikarenakan vagina saya sangat kering. Meskipun suami sudah melakukan foreplay yang cukup, ternyata tidak ada cairan lubrikasi yang keluar sehingga sakit saat suami mencoba melakukan penetrasi.

Pertanyaan saya, adakah yang salah dengan jahitan saya, karena saya merasa perineum saya makin lebar sehingga menutupi liang vagina? Ataukah hanya karena saya kekurangan estrogen sehingga vagina kering? Bagaimana solusinya? Terimakasih.

Anggitama (Wanita Menikah, 28 tahun), nuniXXXX@gmail.com
Tinggi badan 150 cm dan berat badan 45 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Episiotomy saat persalinan normal pertama kali, lazim dilakukan untuk memperluas jalan lahir. Serta tidak akan mengganggu lubrikasi (pelendiran) vagina saat foreplay.

KB suntik 3 bulanan (Depo Provera) bisa mempengaruhi keseimbangan hormon wanita, antara lain estrogen dan progesteron. Besar kemungkinan yang Anda alami dengan minimnya lubrikasi vagina hingga tidak nyaman saat hubungan intim, adalah gangguan hormonal akibat KB suntik 3 bulanan.

Suntik KB punya efek samping pada beberapa wanita, yaitu gangguan libido, gangguan siklus haid dan minimnya lubrikasi.

Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan untuk memastikan penyebab dan solusinya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)

Berita Terkait