Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah C itu dinyatakan sudah tidak perawan?
2. Apakah ada kemungkinan terjadi kehamilan, soalnya C takut sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tinggi badan 163 cm dan berat badan 62 kg
Jawaban
Dari uraian Anda dapat disimpulkan, W melakukan penetrasi penis ke dalam vagina C, yang secara psikologis tidak siap untuk hubungan intim. Sedikit darah dari vagina, akibat iritasi, gesekan penis pada dinding vagina yang belum timbul lubrikasi (pelendiran) vagina atau lubrikasinya belum optimal. Bisa pula penis menyentuh selaput dara (hymen) dalam rongga vagina hingga timbul bercak darah.
Bila pandangan tentang keperawanan (virginity) berlandaskan robeknya selaput dara, maka perlu pemeriksaan di klinik kebidanan oleh dokter spesialis kebidanan atau bidan senior. Orang awam tidak akan mampu memeriksa keutuhan selaput dara tersebut.
Kehamilan akan terjadi bila spermatozoa (sel jantan) berjumpa dengan ovum (sel betina) saat perempuan dalam periode subur. Mudah-mudahan saat itu teman Anda tidak dalam periode subur.
Sebagai penutup jawaban ini, ingin disampaikan refleksi sbb:
Perempuan selalu dihadapkan pada aspek keperawanan (virginity), tapi pria bisa tenang-tenang saja kalau melakukan hubungan intim di luar nikah (premarital intercourse). Tidak pernah dipermasalahkan keperjakaannya (boyhood). Hal ini menunjukkan belum adanya kesetaraan gender.
Dengan tetap menghormati pandangan budaya dan agama di negeri ini, refleksi ini hanya sekedar memenuhi 'the Right to dissent' (hak untuk berbeda pendapat) dari penjawab rubrik ini.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.











































