Didi Mulyadi (Laki-laki menikah, 40 tahun)
mulyadi.XXXXX@ymail.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 80 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pertanyaan Bapak Didi Mulyadi di atas, ada petunjuk singkat: sakit kepala, terutama di bagian belakang saat tertawa. Kata kuncinya adalah sakit kepala.
Berdasarkan International Headache Society Classification, sakit kepala (secara sederhana) dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini:
A. Sindrom sakit kepala primer, meliputi:
1. Migraine headache
2. Tension-type headache
3. Cluster headache
4. Chronic Paroxysmal hemicrania
B. Sindrom sakit kepala sekunder, meliputi:
1. Cedera kepala
2. Gangguan pembuluh darah
3. Non-vascular intracranial disorders
4. Substances and substance withdrawal
5. Non-cephalic infection
6. Ketidaknormalan metabolik
7. Penyakit fokal dari kranium, leher, mata, telinga, gigi,mulut, atau struktur kranial/wajah lainnya
8. Neuralgia kranial, nyeri saraf tubuh, dan nyeri diferensiasi.
C. Tipe sakit kepala atau nyeri wajah lainnya.
D. Sakit kepala yang tak terklasifikasikan.
Terus terang, petunjuk singkat di atas masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk memastikan diagnosisnya.
Kami sarankan agar Bapak Didi Mulyadi bersama istri segera berkonsultasi ke dokter terdekat. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penegakan diagnosis, penatalaksanaan, dan follow up.
Demikian penjelasan singkat ini, semoga memberikan solusi.
Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia
(hrn/vit)











































