Tak Bisa Bercinta di Pagi Hari karena Mr P Selalu Lemas

Tak Bisa Bercinta di Pagi Hari karena Mr P Selalu Lemas

detikHealth
Rabu, 05 Mar 2014 18:20 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Tak Bisa Bercinta di Pagi Hari karena Mr P Selalu Lemas
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dok, saya baru nikah 1 bulan yang lalu. Saya ada kendala di hubungan seksual dengan istri saya. Kalau saya berhubungan seks dengan istri pagi-pagi (selain malam), saya selalu tidak bisa penetrasi karena penis saya lemas terus.

Penis keras sebatas beberapa menit selama foreplay. Itu pun langsung lemas lagi. Itu kenapa ya, Dok? Apa orang lain juga mengalami hal seperti itu? Jujur Dok, kalau pagi-pagi saya merasa tidak telalu relaks saat mau berhubungan intim, walaupun nafsu saya lagi tinggi.

Mohon bantuan dokter, karena hal ini membuat saya jadi minder dan jadi sering panik kalau berhubungan dengan istri, takut-takut tidak bisa muasin istri. Trims.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri (Pria Menikah, 26 tahun), herryXXXX@gmail.com
Tinggi badan 174 cm dan berat badan 62 kg

Jawaban

Dari keluhan yang Anda alami, belum bisa dipastikan apakah Anda mengalami disfungsi ereksi (DE). Hal ini mengingat usia Anda, 26 tahun, relatif muda. Serta Anda baru menikah 1 bulan, hingga belum cukup beradaptasi dengan 'kehidupan di atas ranjang' beserta orang lain yaitu istri Anda.

Diharapkan dengan frekuensi hubungan intim yang sering, didukung oleh pengertian dari istri, Anda akan terbiasa dan bisa adaptasi dengan proses hubungan seksual. Jelasnya, hubungan intim bagi pasangan pengantin baru adalah suatu proses belajar, yang secara bertahap Anda akan mampu melakukan hubungan intim yang memuaskan. Lakukan pula exercise fisik secara teratur, 4 kali seminggu, guna mendukung kebugaran seksual Anda.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)

Berita Terkait