Wahyu (Wanita lajang, 23 tahun)
ekamontessoriXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 167 cm, berat badan 52 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami turut berempati dan bersimpati kepada nona Wahyu. Terus terang, Nona Wahyu dalam kondisi yang dilematis, mengingat posisi sebagai satu-satunya karyawan wanita. Namun janganlah khawatir, semua problematika pastilah ada solusinya.
Berikut ini beberapa solusi yang semoga dapat dilakukan oleh Nona Wahyu.
Kiat menjaga kesehatan bila selalu terpapar asap rokok:
1. Bicarakan dengan baik-baik dengan pendekatan dari hati ke hati kepada semua perokok aktif.
2. Segeralah menghindar dari asap rokok ke ruang atau tempat lain. Bisa saja berpura-pura seolah mau ke kamar kecil, atau ada alasan lain.
3. Kemukakan permasalahan ini kepada atasan atau supervisor Nona Wahyu secara langsung. Bila sekali belum ditanggapi, maka cobalah melobi berulang-kali.
4. Pakailah masker setiap berhadapan dengan perokok. Tentunya menghindari paparan asap rokok sejauh mungkin adalah tindakan yang paling tepat.
5. Perbanyak konsumsi air putih, sayuran segar, dan buah-buahan. Bila diperlukan, maka konsumsi multivitamin-mineral diperbolehkan.
6. Cobalah untuk menuliskan bahaya merokok dan bila ada mading, tempelkan tulisan itu. Bila tindakan ini belum ada hasilnya, maka cobalah untuk menulis di majalah atau surat kabar; boleh di rubrik opini atau di kolom surat/suara pembaca.
7. Saat ada pertemuan, rapat, atau meeting bersama dewan direksi atau pihak manager, maka ajukan usulan (baik lisan maupun tulisan) kepada pihak manager dan direksi agar melarang karyawan merokok di sembarang tempat. Solusinya, usulkan untuk menyediakan ruangan khusus perokok. Tentunya peraturan dilarang merokok ini sebaiknya berlaku untuk siapapun dan memiliki sanksi yang sangat tegas.
8. Ajukan usul secara lisan dan tertulis agar di dalam satu minggu (atau minimal satu bulan), ada hari bebas rokok. Usulkan pula agar dewan direksi dan manager memberikan award atau reward kepada mereka yang berhasil menghentikan kebiasaan merokok untuk selamanya.
9. Berpura-pura batuk dan terus menasihati kepada para perokok agar tidak berada di dekat Nona Wahyu saat sedang merokok.
10. Bila merasa canggung atau segan untuk menasihati atau mengingatkan para perokok, maka boleh saja melalui jalur mediasi atau perantara. Maksudnya menjelaskan permasalahan yang sedang dihadapi kepada otoritas atau pihak yang disegani atau ditaati (boleh juga pihak yang ditakuti) oleh para perokok sehingga mereka berhenti merokok, minimal tidak merokok di tempat kerja.
11. Yang terakhir namun yang terpenting, berdoalah agar Allah membukakan hati dan menyadarkan para perokok, sehingga mereka semua berhenti merokok selamanya.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia.
(hrn/vit)











































