Obat Alternatif untuk Ambeien

Obat Alternatif untuk Ambeien

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 01 Apr 2014 12:45 WIB
Obat Alternatif untuk Ambeien
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selamat siang Dok. Obat alternatif untuk ambeien apa ya? Terimakasih Dok.

Aulia (Wanita lajang, 24 tahun)
d.apriliaXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 48 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear saudari Aulia, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja kita menuju ke pokok permasalahan.

Berikut ini kami berikan beberapa resep herbal, ramuan alternatif, atau jamu antiwasir (antiambeien):

Ramuan antiwasir yang pertama
Krokot (Portulaca oleracea) 10 gram
Daun ungu (Gratophyllum pictum) 10 gram
Daun secang (Caesalpinia sappan) 5 gram
Daun bandotan (Ageratum conyzoides) 5 gram
Daun jati belanda (Guazuma ulmifolia) 5 gram
Cara membuat: rebuslah semua bahan berupa serbuk herbal dalam 500 ml air dengan api kecil. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minumlah air rebusan itu 3 kali sehari.

Ramuan antiwasir yang kedua
Sirsak 100 gram
Susu segar cair 50 ml
Plain yoghurt 50 ml
Es batu atau es serut secukupnya
Cara membuat: buang kulit dan biji sirsak lalu potong-potong. Blender semua bahan sehingga menjadi jus yang lembut. Tuang ke dalam gelas, sajikan. Konsumsi segera.

Ramuan antiwasir yang ketiga
Daun kejibeling (Strobilanthes crispus) 6 gram
Temulawak 3 gram
Meniran 6 gram
Asam kawak 1 gram
Air 1 liter
Cara membuat: cucilah daun kejibeling, temulawak, meniran, asam kawak hingga bersih. Rebuslah semua bahan di atas dengan air sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api, biarkan hingga tersisa 500 ml. Ramuan siap diminum.

Ramuan antiwasir yang keempat
Daun lidah buaya (Aloe vera Linn) ukuran sedang setengah batang
Air matang setengah cangkir
Madu 2 sendok makan
Cara membuat: bersihkan daun lidah buaya dari durinya. Cuci hingga bersih. Parutlah daun hingga halus. Tuangkan air dan madu. Aduk merata. Saring untuk diambil airnya. Minum ramuan ini 3 kali sehari. Peringatan: wanita hamil dan penderita gangguan sistem pencernaan atau diare sebaiknya tidak memilih ramuan ini.

Ramuan antiwasir yang kelima
Daun iler (Coleus scutellarioides Linn) 25 gram
Gula aren secukupnya
Air 500 cc
Cara membuat: cuci bersih daun iler, tambahkan gula aren, rebus hingga tersisa 250 cc. Saring dan dinginkan. Minumlah 2 kali setiap hari sampai sembuh.

Ramuan antiwasir yang keenam
Lidah buaya secukupnya
Caranya: kupas, bersihkan dari kulit dan durinya. Oles-oleskan pada bagian yang sakit (di bagian pantat atau yang menderita wasir) setiap pagi dan sore sekitar 15 menit. Lakukan secara rutin hingga sembuh.

Ramuan antiwasir yang ketujuh
Bawang putih (Allium sativum) 20 gram
Caranya: kupas, tumbuk, atau memarkan. Diamkan beberapa saat. Bersihkan daerah anus dan sekitarnya dengan air hangat dan sabun. Oleskan tumbukan bawang putih di anus dan sekitarnya. Biarkan selama 5-10 menit atau sampai kering. Setelah itu, bersihkan. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu sampai sembuh.

Ramuan antiwasir yang kedelapan
Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) secukupnya
Air matang 2 sendok makan
Garam secukupnya
Cara membuat: lempuyang wangi dikupas, cuci, parut, peras airnya. Tambahkan 2 sendok makan air matang serta garam secukupnya. Minum 2 kali sehari. Setiap kali minum cukup 1 sendok makan. Boleh ditambahkan madu murni secukupnya.

Ramuan antiwasir yang kesembilan
Buah sirsak (Annona muricata) masak 800-1000 gram (lebih kurang 1 buah sirsak matang berukuran sedang)
Cara membuat: buah sirsak dikupas, buanglah isinya, peras dan ambil airnya hingga 1 gelas (250 cc). Minumlah 2 kali pagi dan sore setiap hari selama 7 hari berurutan.

Ramuan antiwasir yang kesepuluh
Tomat (Solanum lycopersicum) secukupnya
Minyak kelapa secukupnya
Cara membuat: tomat direbus di dalam minyak kelapa selama 10 menit. Saring airnya hingga tersisa buah tomat yang telah direbus. Dinginkan. Oleskan tomat rebusan di bagian tubuh yang menderita wasir. Ulangi beberapa kali secara rutin. Wasir segera sembuh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pilihlah tanaman atau herbal yang segar, hindari yang layu.
2. Gunakan panci atau kuali berbahan tanah liat untuk merebusnya.
3. Konsumsi secara rutin dan teratur.
4. Bila disertai minum obat dari dokter, maka diberi tenggang atau jeda waktu minimal 2 jam, boleh sebelum atau sesudahnya.

Beberapa ramuan antiwasir di atas dapat dikombinasikan dalam penggunaannya. Bila belum menunjukkan hasil setelah rutin konsumsi atau menggunakan selama 2-3 bulan, maka segeralah berkonsultasi ke ahli herbal dan dokter terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia.

(hrn/vit)

Berita Terkait