Sedalam Apakah Selaput Dara?

Sedalam Apakah Selaput Dara?

detikHealth
Rabu, 02 Apr 2014 18:15 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sedalam Apakah Selaput Dara?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, saya baru menikah 8 hari dan selama itu saya dan istri baru melakukan hubungan intim sebanyak 5 kali. Tapi saya heran sudah 5 kali berhubungan namun istri saya seperti belum pecah selaput perawannya. Pertanyaan saya Dok:

1. Apakah sebenarnya istri saya sudah tidak perawan lagi sebelum menikah dengan saya?
2. Kalaupun dia masih perawan, kenapa sampai saat ini belum mengeluarkan darah (selaput perawan pecah).
3. Istri saya bilang, dia belum merasakan Mr P saya menyentuh selaput perawannya, dengan Mr P saya yang panjangnya 14 cm. Jadi sedalam apakah selaput perawannya, Dok? Terimakasih banyak atas jawaban yang akan dokter sampaikan nanti.

Ryan (Pria menikah, 27 tahun), willXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 170 cm dan berat badan 59 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Hubungan intim pada pasangan pengantin baru tidak selalu diikuti oleh bercak darah. Yang oleh budaya lokal, bercak darah dianggap penting, pertanda 'pecahnya' selaput dara, yang menandakan pasangannya masih perawan.

Dari perspektif ilmu kedokteran seksual, hubungan intim pertama kali bisa tidak menimbulkan bercak darah, bila kondisi selaput darahnya kenyal atau sang suami sudah berpengalaman, handal dalam melakukan foreplay yang mampu merangsang zona-zona erotik tubuh istrinya, hingga lubrikasi (pelendiran) vagina sangat optimal. Akibatnya, penetrasi dan sentuhan penis tidak bisa membuat selaput dara terluka, teriritasi, karena amat licinnya permukaan selaput dara tersebut karena siraman lendir yang optimal.

Sebagai tambahan informasi untuk awam, selaput dara tidak menutupi rongga dalam vagina seluruhnya. Jelasnya, selaput dara hanya terbentang pada tepi rongga vagina, bagian tengah vagina terbuka, tidak ditutup selaput dara.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads