Rini Fitriani (Wanita lajang, 22 tahun)
fitriani_riniXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 159 cm, berat badan 50 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hemoroid adalah pelebaran dan peradangan (inflamasi) pembuluh darah vena di anus dari pleksus hemoroidalis.
Hemoroid interna berupa pelebaran vena submukosa di atas linea dentata. Hemoroid interna masih dibagi lagi menjadi empat derajat sesuai tingkat keparahan penyakitnya. Adapun hemoroid eksterna berupa pelebaran vena subkutan di bawah atau di luar linea dentata. Sekitar 12 dari 1.000 penduduk Amerika menderita wasir.
Perlu diketahui, diagnosis hemoroid ditegakkan melalui pemeriksaan fisik berupa digital rectal examination (DRE) dan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan colonoscopy dan anoskopi.
Adapun beberapa penyakit lain yang merupakan diagnosis banding hemoroid antara lain:
1. anal fissure,
2. perirectal abscess,
3. anal fistula,
4. anal stenosis,
5. keganasan (malignancy),
6. penyakit peradangan usus, seperti: inflammatory bowel disease (IBD, Crohn’s disease, ulcerative colitis),
7. anal condyloma,
8. pruritus ani,
9. rectal prolapse,
10. hypertrophied anal papilla,
11. skin tags.
Penanganan atau manajemen hemoroid yang tersedia meliputi konservatif, manajemen invasif minimal sampai pembedahan. Beberapa tindakan invasif minimal seperti skleroterapi, rubber band ligation, dan terapi laser.
Yang dapat kami rekomendasikan disini adalah modifikasi gaya hidup, berupa: perbaikan pola makan dan minum. Diet berupa minum (air putih) 30–40 ml/kgBB/hari dan makanan tinggi serat 20-35 gram/hari. Konsumsi suplemen fiber, seperti: psyllium, methylcellulose, atau calcium polycarbophil.
Perbaikan pola defekasi dilakukan dengan posisi jongkok pada saat defekasi (buang air besar). Penanganan lain seperti melakukan warm sitz baths dengan merendam area rektal (anus) dengan air hangat selama 10-15 menit 2-3 kali sehari.
Jadi kami belum berani memastikan apakah bengkak sedikit itu adlaah hemoroid atau bukan. Dipersilakan saudari Rini Fitriani memeriksakan diri ke dokter terdekat. Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi. Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia.
(hrn/vit)











































