Sustiana (Perempuan menikah, 26 tahun)
sri_XXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 156 cm, berat badan 56 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langsung saja kita menuju ke inti persoalan. Dari pertanyaan singkat di atas, kami menjumpai petunjuk singkat, yaitu: 'batuk di malam hari'. Namun amatlah disayangkan belum diuraikan apakah batuk berdahak atau batuk kering.
Ada beberapa hal lain lagi yang masih perlu ditanyakan dan diobservasi oleh dokter, misalnya:
1. warna sputum (dahak, riak)
2. onset batuk
3. durasi batuk
4. periodisitas
5. usia penderita
6. riwayat merokok dan terpapar asap (rokok)
Pentingnya anamnesis di atas, misalnya saat dokter menanyakan durasi batuk. Maka dapat diketahui:
* kalau batuknya lebih dari 1 minggu dan disertai sputum (dahak) yang bersifat mukopurulen, maka ada kecenderungan mengarah ke infeksi bakteri.
* kalau batuknya 3 hari, maka mengarah ke infeksi virus.
* kalau batuknya 3 minggu, maka mengarah ke bronkitis akut atau kronis.
* kalau batuknya 3 bulan, maka ada kemungkinan mengarah ke diagnosis bronkitis kronis, TBC (tuberkulosis), atau keganasan (carcinoma).
Dari kemungkinan diagnosis di atas, maka dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, setelah itu barulah memberikan penatalaksanaan (terapi).
Selain itu, beberapa poin berikut ini pantas dicurigai bila dijumpai pada penderita batuk:
1. nyeri dada
2. batuk kronis (lebih dari 3 minggu)
3. batuk berulang dan terus-menerus
4. nyeri saat menarik nafas
5. batuk terus di malam hari (pada anak-anak)
6. ada mengi (wheezing)
7. nafas pendek, tersengal-sengal, atau sulit bernafas.
Bila penderita batuk disertai minimal salah satu poin di atas, maka secepatnya periksa ke UGD atau rumah sakit terdekat, sebelum terlambat.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 14 buku. Berkarya di Neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) Surya University, Indonesia.
(hrn/up)











































