Ciri-ciri Bayi Terkena Radang Paru-paru

Ciri-ciri Bayi Terkena Radang Paru-paru

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 07 Mei 2014 12:16 WIB
Ciri-ciri Bayi Terkena Radang Paru-paru
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, anak saya, 5 bulan. Seminggu ke belakang kena batuk berdahak dan pilek selama 3 hari akhirnya saya bawa ke dokter anak dan setelah periksa diagnosa dokter tersebut anak saya kena radang paru hanya diperiksa dengan stetoskop dan dokter menyarankan untuk dirawat di RS. Akhirnya saya bawa ke RS dan dirawat, hasil laboratorium hemoglobin anak saya kurang sedikit, leukosit normal. Sebetulnya apa saja ciri-ciri nyata bayi kena radang paru Dok?

Petty Septidiani (Perempuan menikah, 22 tahun)
petty.virgoXXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 157 cm, berat badan 60 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Petty Septidiani, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Kami juga menyatakan turut berempati dan bersimpati atas kondisi sang Anak. Semoga lekas diberiNya kesehatan. Amin.

Langsung saja kita menuju ke pokok permasalahan.

Radang paru-paru di dalam dunia kedokteran disebut pneumonia. Pada bayi baru lahir (newborn) dengan pneumonia, potret klinisnya:
1. jarang disertai batuk
2. selera makan menurun (sukar disuapi)
3. tampak gelisah, tidak tenang
4. bernafas cepat (tachypnea)
5. retraksi
6. mendengkur/mengorok (grunting)
7. kadar oksigen darah rendah (hypoxemia)

Setelah bulan pertama kehidupan, batuk adalah gejala yang paling umum dari pneumonia. Pada bayi yang berusia lebih tua (dengan pneumonia), maka mengorok jarang dijumpai. Namun bernafas cepat, retraksi, kadar oksigen darah rendah umum ditemukan dan mungkin juga disertai dengan:
1. batuk yang menetap/berulang
2. demam
3. congestion
4. gelisah (irritability)
5. penurunan selera makan

Riwayat ibu terinfeksi Chlamydia trachomatis haruslah dipastikan.

Bayi dengan bacterial pneumonia seringkali demam, namun bayi dengan viral pneumonia atau pneumonia yang disebabkan oleh organisme atipikal tidak begitu demam atau bahkan tidak demam.Pengasuh bayi mungkin saja mengeluhkan bahwa bayi mengi atau napasnya berisik.

Pada balita (toddlers) dan anak yang mau bersekolah dengan pneumonia, maka potret klinisnya:
1. demam
2. batuk (produktif atau nonproduktif),
3. tacypnea
4. congestion
5. muntah (beberapa), terutama muntah setelah batuk (posttussive emesis).

Riwayat terpapar TB (tuberculosis) sebagai sumber utama haruslah dipastikan di setiap bayi/anak dengan potret klinis pneumonia.

Anak dengan TB biasanya tidak ada gejala sampai 1-6 bulan setelah infeksi primer. Hal ini termasuk: demam, berkeringat di malam hari, batuk (termasuk batuk berdarah atau hemoptysis), penurunan berat badan, dan menggigil (sering merasa kedinginan).

Pneumonia dapat diderita siapa saja. Bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Baik pria maupun wanita.

Contoh nyata, aktor Inggris Bob Hoskins, yang dikenal berkat perannya di film "Who Framed Roger Rabbit", meninggal dunia di usia 71 tahun karena serangan pneumonia.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan pencerahan dan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) dan Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Surya University, Indonesia.

(hrn/vta)

Berita Terkait