Benjolan di Ketiak yang Nyeri Saat Ditekan, Indikasi Apa?

Benjolan di Ketiak yang Nyeri Saat Ditekan, Indikasi Apa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 16 Mei 2014 11:16 WIB
Benjolan di Ketiak yang Nyeri Saat Ditekan, Indikasi Apa?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok saya mau tanya, Dok ketiak saya kanan kiri ukurannya berbeda, dan di sebelah kanan ketiak saya lebih besar Dok seperti ada benjolan. Hal ini tidak mengganggu aktivitas saya Dok, tapi saat saya pencet atau tekan terasa sedikit nyeri. Kira-kira kenapa yah Dok? Dan bagaimana cara mengatasinya Dok? Terimakasih.

Asti Adena (Wanita lajang, 23 tahun)
tyqwieXXXXX@gmail.com.
Tinggi badan 158 cm, berat badan 55 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear nona Asti Adena yang dirahmati Allah SWT, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.

Langsung saja kita menuju ke inti persoalan, ya.

Benjolan di ketiak mengacu ke pembesaran setidaknya satu kelenjar limfe (pembuluh getah bening) di bawah lengan. Kelenjar limfe itu kecil, berbentuk oval, berlokasi di seluruh tubuh dan memegang peran penting pada sistim imun (kekebalan dan daya tahan tubuh).

Mayoritas benjolan di ketiak umumnya sebagai hasil dari pertumbuhan jaringan yang abnormal. Meskipun demikian, perlu segera dievaluasi dan diobservasi oleh dokter untuk lebih memastikannya. Penyebab tersering dari benjolan di ketiak adalah infeksi bakteri, virus, common cold, reaksi alergi, kista, abses, jaringan payudara ektopik, peradangan (inflamasi), infeksi dan inflamasi minimal satu folikel rambut, (folliculitis, hot tub rash), penyakit Hodgkin, dan pertumbuhan jaringan lemak (lipoma) yang tidak berbahaya.

Tentang kemungkinan diagnosisnya, benjolan di ketiak memiliki beberapa kemungkinan diagnosis yang mengarah ke:
1. kista (fluid-filled sacs)
2. limfoma
3. tumor
4. pembesaran kelenjar limfe (enlarged lymph nodes)
4. abses
5. infeksi folikel rambut
6. pembengkakan kelenjar keringat
7. idiopatik

Untuk lebih memastikannya, dipersilakan segera memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter keluarga terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan pencerahan dan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII) dan Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Surya University, Indonesia.

(hrn/up)

Berita Terkait