Apakah Ms V Otomatis Kembali Rapat Setelah 5 Tahun Puasa Seks?

Apakah Ms V Otomatis Kembali Rapat Setelah 5 Tahun Puasa Seks?

detikHealth
Jumat, 13 Jun 2014 18:28 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apakah Ms V Otomatis Kembali Rapat Setelah 5 Tahun Puasa Seks?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selamat malam Dok, saya mau bertanya tunangan saya mengaku pernah berhubungan seks dengan mantannya dalam kurun waktu 1 tahun, saat ini usia tunangan saya 20 tahun.

Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah dinding vagina akan menutup setelah 5 tahun tidak berhubungan seks dan saat pertama tunangan saya berhubungan masih berusia 14 tahun
2. Apakah ada perbedaan antara kondisi perawan dan tunangan saya sekarang mengingat sudah 5 tahun tidak berhubungan seks? Terimakasih Dok atas jawabannya.

Gerryyustia (Pria lajang, 21 tahun)
gerryyustiaXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 70 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Selaput dara (hymen), setelah melakukan hubungan-seksual, bisa terjadi robekan, bisa juga tetap utuh. Hal ini bergantung pada kekenyalan jaringan hymen tersebut. Hymen bisa juga koyak tanpa hubungan intim, misalnya akibat trauma benturan pada rongga pinggul, gesekan berulang ketika menunggang kuda.

Untuk memastikan keutuhan hymen tunangan Anda, bisa dilakukan pemeriksaan di klinik kebidanan. Tenggang waktu 5 tahun tidak ML bukan jaminan hymen akan utuh kembali. Masalahnya, ketulusan cinta Anda pada pacar Anda jauh lebih bernilai, dibandingkan dengan utuh atau tidak utuhnya hymen pacar.

Dewasa ini, masih terjadi ketimpangan gender, keperawanan perempuan selalu dipersoalkan, tapi keperjakaan pria tidak pernah dipermasalahkan. Tidak sedikit pria yang pernah melakukan hubungan seksual pra-nikah, tapi tidak diungkit keperjakaannya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads