Haslinda Haryanto (Wanita lajang, 20 tahun)
lindskyXXXXX@rocketmail.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 49 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sakit perut atau nyeri perut pada wanita seringkali mengarah ke diagnosis: endometriosis, endometritis, kehamilan ektopik, penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease), Leiomyoma (tumor otot polos, benign soft tissue neoplasm), adnexal pathology.
Sedangkan sakit perut atau nyeri perut di bagian bawah mengarah ke diagnosis: radang usus buntu (appendicitis), batu ginjal, bladder distension, diverticular disease, nyeri panggul (pelvic pain).
Nah, untuk sakit perut bawah bagian kanan (lower right abdominal pain), maka ada indikasi sebagai berikut:
1. kolon:radang usus buntu (appendicitis), colitis, diverticulitis, IBD, IBS (sindrom radang usus).
2. ginjal: batu ginjal (nephrolithiasis), pyelonephritis.
3. ginekologis: kehamilan ektopik, fibroid, massa sel telur (ovarian mass), torsion (terpuntir), PID.
4. sekum (cecum): usus masuk ke usus (intussusceptions), bowel obstruction.
Untuk lebih memastikan dan menegakkan diagnosis, maka diperlukan studi pencitraan (imaging study) menggunakan CT (computed tomography) dengan media kontras intravena.
Di tahap awal, dapat memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter keluarga atau puskesmas terdekat. Bila telah diberi obat dan dalam waktu 1-2 minggu belum ada perbaikan, maka dapat diperiksakan ke dokter spesialis penyakit dalam. Lebih sempurna lagi bila dapat memeriksakan diri ke spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi (SpPD-KGEH). Namun tentunya memerlukan biaya dan waktu yang lebih.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/up)











































