Dada Terasa Sakit dan Jantung Berdetak Kencang, Indikasi Sakit Jantung?

Dada Terasa Sakit dan Jantung Berdetak Kencang, Indikasi Sakit Jantung?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 18 Jun 2014 11:15 WIB
Dada Terasa Sakit dan Jantung Berdetak Kencang, Indikasi Sakit Jantung?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok saya mau nanya, kenapa dada saya tiba-tiba sakit dan jantung saya berdetak begitu kencang? Apakah ini termasuk dengan sakit jantung? Awalnya saya sakit perut dan tiba-tiba sakit dada.

Abhirama Putra Danendra (Pria lajang, 12 tahun)
ramadanendraXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 62 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Abhirama Putra Danendra yang dimuliakan di dalam kasih Allah SWT, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja menuju ke pokok persoalan.

Rasa sakit di dada atau nyeri dada memiliki banyak sekali penyebab, yang semuanya memerlukan perhatian medis segera. Beberapa penyebabnya dapat terkait erat dengan jantung, sistem pencernaan, otot dan tulang, paru-paru, serta penyebab lainnya.

Penyebab nyeri dada yang terkait dengan jantung, misalnya: serangan jantung, angina, diseksi aorta, peradangan selaput pembungkus jantung (pericarditis). Penyebab nyeri dada yang terkait dengan sistem pencernaan, misalnya: refluks, gangguan di organ esofagus (ruptur, tumor, penyempitan, spasme, varicose veins, dsb), dada terasa terbakar (heartburn), gangguan menelan (di organ esofagus), problematika di organ kantong empedu dan pankreas. Penyebab nyeri dada yang terkait dengan otot dan tulang, misalnya: costochondritis, iga/tulang rusuk memar/patah, sindrom nyeri kronis (seperti: fibromyalgia). Penyebab nyeri dada yang terkait dengan paru-paru, misalnya: emboli paru-paru, pneumothorax, radang selaput paru-paru (pleurisy/pneumonia), pleuritis, ruptur bleb, paru-paru kolaps, hipertensi pulmoner. Penyebab lain nyeri dada, misalnya: problematika psikologis (stres, cemas, serangan panik, tekanan mental), herpes zoster (shingles).

Bila merasakan nyeri dada yang berlangsung selama lebih dari lima menit dan tidak mereda dengan istirahat atau obat, segeralah memeriksakan diri ke UGD/IGD rumah sakit terdekat.

Denyut jantung orang dewasa normal saat beristirahat adalah 60-100 kali per menit. Bila lebih, maka dinamakan takikardia (tachycardia). Beberapa tipe takikardia antara lain: atrial fibrillation, atrial flutter, supraventricular tachycardia, ventricular tachycardia, dan ventricular fibrillation. Berbagai faktor penyebab takikardia antara lain: berolahraga, merokok, demam, anemia, tekanan darah tinggi, stres (yang mendadak), ketakutan, kerusakan jaringan jantung dari penyakit jantung, penyakit atau kelainan bawaan jantung, minum alkohol/minuman berkafein terlalu banyak, efek samping obat-obat tertentu, penyalahgunaan obat (misal: kokain), ketidakseimbangan elektrolit, gangguan tiroid (hyperthyroidism).

Beberapa obat/zat yang berpotensi menyebabkan takikardi atau memiliki efek samping takikardia antara lain: agalsidase, anagrelide, aspirin, benazepril hydrochloride, chlordiazepoxide, chlorpromazine hydrochloride, cladribine, clidinium bromide, clonazepam, clonidine, clorazepate dipotassium, cocaine hydrochloride, dothiepin, ephedrine, epinephrine, epoprostenol, glyceryl trinitrate, Lovastatin, moclobemide, nalmefene, niacin (extended release), nicardipine, oprelvekin, oxycodone, paliperidone palmitrate, phenoxybenzamine, pralatrexate solution, pralidoxime, simvastatin, voriconazole, dsb.

Dalam beberapa kasus, penyebab takikardia tidak dapat ditentukan/dipastikan.

Untuk mengatasi takikardia, dokter akan merekomendasikan vagal maneuver dan pemberian obat flecainide atau propafenone.

Adapun obat-obatan untuk mencegah takikardia antara lain:
1. golongan anti-arrhythmic,
2. golongan penghambat saluran kalsium (calcium channel blockers), misalnya: diltiazem, verapamil,
3. golongan beta blockers, seperti: metoprolol, esmolol.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

(hrn/ajg)

Berita Terkait