Apa Sih Anorgasmia Itu?

Apa Sih Anorgasmia Itu?

detikHealth
Kamis, 24 Jul 2014 18:15 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apa Sih Anorgasmia Itu?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, saya penasaran ibu saya itu sering sekali membicarakan tentang anorgasmia. Itu kondisi apa ya Dok? Katanya ada kaitannya dengan orgasme yang dirasakan wanita. Penyebab kondisi itu apa sih Dok? Anorgasmia rentan terjadi pada wanita yang seperti apa ya? Lantas bagaimana pengobatannya? Mohon pencerahannya Dok, trims.

Tasya (Wanita lajang, 24 tahun)
tasya_ananditaXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 48 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anorgasmia atau disfungsi orgasme (DO) yang dialami wanita ada 3 macam:
1. Disfungsi orgasme primer, yaitu tidak pernah mencapai orgasme dengan cara apapun sejak semula
2. Disfungsi orgasme sekunder, sebelumnya pernah mencapai orgasme, tapi kemudian tidak mampu lagi karena sesuatu sebab
3. Disfungsi orgasme situasional, yaitu hanya dapat mencapai orgasme melalui atau pada situasi tertentu, misalnya: orgasme tidak dapat dicapai dengan hubungan seksual tapi dapat dengan cara lain (masturbasi), orgasme dapat dicapai dalam situasi saat berlibur di tempat baru (Pangkahila W, 2000)

Penyebab disfungsi orgasme pada wanita:
- Hambatan psikis
- Gangguan fisik
- Tiadanya komunikasi dengan pasangan
- Rangsangan seksual tidak cukup diterima
- Posisi hubungan seksual yg tidak efektif
- Disfungsi seksual di pihak pria hingga tidak mampu memicu orgasme wanita pasangannya (Pangkahila W,2000)

Terapinya bergantung pada penyebabnya. Bila gangguan penyebab pada pria pasangannya, maka gangguan pada pasangannya harus diatasi dulu.
Diharapkan penjelasan singkat ini dapat memberikan secercah pencerahan tentang anorgasmia (disfungsi orgasme) pada Anda.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads