Butuh 2.700 Kalori, Berapa Banyak Asupan Makanan yang Harus Dikonsumsi?

Butuh 2.700 Kalori, Berapa Banyak Asupan Makanan yang Harus Dikonsumsi?

detikHealth
Rabu, 13 Agu 2014 13:13 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Butuh 2.700 Kalori, Berapa Banyak Asupan Makanan yang Harus Dikonsumsi?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Siang, setelah menggunakan kalkulator untuk mengecek IMT, diketahui kebutuhan kalori sekitar 2700. Dapatkah dibantu gambaran sebanyak apakah asupan makanan untuk mencapai 2700 itu? Terimakasih, Brata.

Bratko (Laki-laki menikah, 46 tahun)
bratalydXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan 78 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Pak Brata,
Gambaran sebanyak apa makanan yang bisa dikonsumsi sangat variatif tergantung jenis makanan yang Anda biasanya konsumsi. Misalnya jika kita menghitung 1 snack sebagai 1 buah apel tentu sangat berbeda dengan snack 1 donut atau 1 kantong kripik.

Contoh makanan yang biasa dikonsumsi:

1/2 mangkok kecil oatmeal (40g),mentah: 150 kal
1 gelas susu rendah lemak (240ml): 90kal
1 gelas susu biasa: 160kal

1 Pisang besar (110g): 105 kal
1 apel besar: 115kal
1 jeruk besar: 60kal

1 mangkok kecil nasi (160g) : 205kal
1 mangkok mie telor: 220kal
2 lembar roti: 135kal

1 potong paha ayam, goreng tanpa kulit & tulang: 100kal
1 potong dada ayam KFC dengan kulit = 320kal
1 mangkok gule sayur : 270kal
1 telor rebus: 72 kal

Madu 1 sdm: 60kal

Masih banyak lagi makanan yang umum kita makan. Saran saya Bapak jika ada waktu, boleh search di internet atau di apps (jika punya smart phone): 'calorie counter'.. ada banyak website/app yang menawarkan hitung kalori dengan makanan yang bisa Bapak masukkan sendiri. Beberapa bahkan bisa menggabungkan dengan aktifitas olahraga untuk menghitung jumlah kalori akhir yang masuk dan terbuang.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/up)

Berita Terkait