Sering Ejakulasi Hingga Muka Jerawatan dan Sering Lupa, Sakit Apa?

Sering Ejakulasi Hingga Muka Jerawatan dan Sering Lupa, Sakit Apa?

detikHealth
Senin, 18 Agu 2014 18:15 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sering Ejakulasi Hingga Muka Jerawatan dan Sering Lupa, Sakit Apa?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saya dulu sering yang namanya ejakulasi sampai kemaluan saya jadi terkena penyakit. Yang ditanyakan:
1. Keseringan mengeluarkan sperma apakah tidak baik?
2. Akibatnya muka saya jadi jerawatan, badan kurus, pelupa. Apakah akibat sering ejakulasi?
3. Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Cristian Zeko (Pria lajang, 25 tahun)
idjul_barcelonaXXXXX@ymail.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 44 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ejakulasi, pengeluaran sperma, adalah suatu proses yang alamiah, normal sebagai 'puncak' siklus reaksi seksual yang dikenal sebagai orgasme. Proses tersebut membutuhkan dan menyedot energi tubuh. Dengan demikian, bila ejakulasi sperma terjadi berlebihan, terlampau sering, akan mengganggu cadangan energi tubuh yang dibentuk dari metabolisme asupan makanan & minuman yang bergizi.

Camkanlah: 'Apapun yang dilakukan berlebihan oleh manusia di muka bumi ini akan berdampak pada kesehatannya, misalnya makan berlebihan, olahraga berlebihan, dsb'.

Jerawat yang terjadi pada wajah Anda, tubuh bertambah kurus dan Anda jadi pelupa, apakah akibat dari keseringan ejakulasi, masih perlu ditelusuri. Agaknya, faktor psikis, misalnya Anda sedang galau, stres, juga turut berperan terhadap dampak fisik pada tubuh Anda. Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan Dokter keluarga Anda. Minimal, lakukanlah pemeriksaan darah dan urine lengkap di laboratorium klinik, untuk deteksi awal penyakit kronis. Usahakan cukup tidur, secara teratur makan dan minum dengan pola gizi seimbang.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads