Windot Tan (Wanita lajang, 20 tahun)
djraychuyaXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 152 cm, berat badan 45 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari uraian singkat di atas, dijumpai petunjuk kunci sering sakit kepala sejak tahun 2005, bahkan terkadang setiap hari. Keadaan ini mengarah ke diagnosis sakit kepala harian kronis.
Sakit kepala harian kronis didefinisikan sebagai adanya sakit kepala 15 hari atau lebih per bulan selama setidaknya 3 bulan. Tipe paling umum dari sakit kepala harian kronis adalah migren kronis dan sakit kepala tegang otot kronis.
Pada penderita migren, modifikasi faktor risiko yang menyebabkan terjadinya migren kronis contohnya kegemukan, penggunaan obat-obatan yang berlebihan, kejadian di dalam kehidupan yang menimbulkan stres, mengorok, konsumsi kafein yang berlebihan, dan penyebab lain nyeri kronis.
Penggunaan atau konsumsi obat-obatan medis yang berlebihan, seperti: acetaminophen, anti-inflamasi nonsteroid, golongan triptan, butalbital, kafein, dan narkotik, dijumpai pada dua pertiga penderita migren kronis. Dalam terminologi medis, kasus sakit kepala seperti ini disebut sebagai 'transformed migraine'.
Perlu diketahui pula, pemakaian obat analgesik yang sering adalah penyebab tersering dari sakit kepala akibat konsumsi obat yang berlebihan (medication overuse headache). Sakit kepala akibat konsumsi obat yang berlebihan ditandai dengan: terjadinya setiap hari seringkali sampai membuat penderita terbangun di pagi hari, sakit kepala menetap sepanjang hari, sakit kepala membaik dengan pemberian analgesik namun muncul lagi setelah obat habis, sakit kepala memburuk dengan aktivitas fisik atau mental. Tanda dan gejala lain dari sakit kepala akibat konsumsi obat yang berlebihan, misalnya: mual, cemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, problematika memori (gangguan daya ingat), mudah marah/tersinggung, depresi.
Solusi
Pendekatan nonfarmakologis (bukan obat) untuk sakit kepala harian kronis misalnya: teknik relaksasi, terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy), acupuncture, manipulasi osteopatik, dan latihan leher (cervical exercises).
Terapi farmakologis (obat) untuk sakit kepala harian kronis antara lain: amitriptyline,
fluoxetine, gabapentin, onabotulinumtoxinA, propranolol, tizanidine, valproate, dan
topiramate.
Pencegahan
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam mengonsumsi obat-obatan pereda sakit kepala, sebagai langkah pencegahan.
1. Medikasi seperti: aspirin, acetaminophen, golongan NSAIDS (ibuprofen, dsb) dapat
berkontribusi terhadap munculnya 'rebound headaches' terutama bila dikonsumsi melebihi dosis harian yang direkomendasikan. Medikasi ini menyebabkan 'rebound headaches' bila dikonsumsi selama lebih dari 15 hari dalam satu bulan.
2. Kombinasi obat pereda nyeri yang dijual bebas yang mengandung kombinasi kafein, aspirin, dan acetaminophen atau butalbitol pada umumnya menyebabkan medication overuse headache, terutama bila dikonsumsi selama lebih dari 10 hari dalam satu bulan.
3. Obat golongan triptan dan ergotamin berisiko menyebabkan medication overuse headache bila dikonsumsi selama lebih dari 10 hari dalam satu bulan.
4. Medikasi opioid menyebabkan medication overuse headaches bila dikonsumsi selama lebih dari 10 hari dalam satu bulan.
5. Komsumsi minuman berkafein menyebabkan rebound headaches, terutama bila melebihi 200 mg per hari.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/up)











































