Saliansyah (Laki-laki menikah, 41 tahun)
saliansyah_73XXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 55 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buang air besar (BAB) berwarna hitam di dalam dunia kedokteran dinamakan melena. Kejadian melena pertanda darah telah berada di saluran pencernaan minimal empat belas jam. Umumnya berasal dari saluran pencernaan bagian atas (mulai dari pangkal usus halus atau jejunum bagian proksimal, usus dua belas jari atau duodenum, lambung atau gaster, dan saluran penghubung tekak dengan lambung atau esophagus).
Beberapa penyebab melena tersering dan terumum dijumpai, antara lain: varises esofagus, ruptured esophageal varices, ulkus gaster (lambung luka), gastritis erosif, kanker, radang/infeksi esofagus (esofagitis), gastropati hipertensi portal, dan polip (jarang). Menurut berbagai literatur, ada sekitar 30 penyebab melena, seperti: perdarahan lambung dan saluran pencernaan bagian atas, ulkus gaster, ulkus peptik, ulkus duodenum, robekan Mallory-Weiss, sindrom Mallory Weiss, varises esofagus, gastritis, aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid, gangguan pembekuan darah, gangguan fungsi platelet, anemia defisiensi besi, trombositopeni, sirosis hati, intussusception (usus melipat ke usus), oklusi vaskuler mesenterik, demam tifoid, demam kuning, giardiasis, virus Ebola, darah tertelan, tumor usus kecil, keganasan, kanker esofagus, kanker lambung, kanker/keganasan usus kecil, kanker perut, karsinoma sekum, dsb.
Untuk penatalaksanaannya, dokter akan merekomendasikan tirah baring (beristirahat), puasa, diet lambung/hati, observasi perdarahan, pasang nasogastric tube (NGT) untuk dekompresi, transfusi darah (bila perlu). Obat akan diberikan dokter atas indikasi atau sesuai penyebab yang mendasari terjadinya melena. Tindakan pembedahan (operasi) dilakukan pada kondisi gawat (emergensi).
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dito Anurogo
Penulis 15 buku, berkarya di Comprehensive Herbal Medicine Institute (CHMI), Center for Robotic and Intelligent Machines (CRIM), serta Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
(hrn/ajg)











































